|

Kepsek SMPN 2 Garut: Setiap Kelas Dimonitor Pakai CCTV,Awasi Pengawas Dan siswa

IDEN SUPARNO KEPSEK SMPN2 GARUT(gogle)

IDEN SUPARNO KEPSEK SMPN2 GARUT(gogle)

KORANBOGOR.COM,GARUT- Berbagai upaya terus dilakukan berbagai pihak untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat di Kab. Garut.

Seperti halnya yang dilakukan sejumlah sekolah yang berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) di garut yang sengaja memasang “closed circuit television” (CCTV) di ruangan kelas yang digunakan untuk pelaksanaan UN.

Pantauan dilapangan, sekolah yang memasang CCTV untuk pemantauan pelaksanaan UN tingkat SMP di Kabupaten Garut diantaranya SMPN 1 dan SMPN 2 Garut. bahkan di SMPN 2 Garut, terdapat sedikitnya 19 CCTV yang dipasang di setiap ruang kelas yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan UN.

Menurut Kepala SMPN 2 Garut, Iden Suparno, pihaknya memang sengaja melengkapi setiap kelas di sekolah tersebut yang digunakan pelaksanaan UN dengan CCTV. Hal ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan tingkat pengawasan dalam upaya mencegah terjadinya kecurangann dalam pelaksanaan UN.

“Kami memang telah memasang sedikitnya 19 kamera CCTV di tiap kelas yang digunakan UN. Diharapkan keberadaan CCTV itu bisa mengawasi jalannya ujian serta sejauh mana kinerja para petugas pengawas UN,” ujar Iden yang ditemui pada hari pertama pelaksanaan UN tingkat SMP,

Senin (23/4). Dikatakannya, berdasarkan aturan, siapapun tidak diperbolehkan memasuki ruangan saat UN dilaksanakan. Aturan ini juga berlaku untuk pihak sekolah, di sisi lain pihak sekolah tetap harus mengawasi 372 siswanya yang tengah menajalankan UN. Melalui kamera CCTV itulah, tugas pihak sekolah untuk melakukan pengawasan bisa dilaksanakan meski tidak bisa masuk ke dalam setiap ruangan.

“Dengan kamera ini, kita bisa melihat apa-apa yang terjadi di dalam kelas. Jadi meski kita tak diperbolehkan masuk ke ruangan, namun segi pengawasan tetap bisa kita lakukan secara optimal,” ujarnya.

Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Kab. Garut Ela Hamidin menuturkan, pemasangan CCTV dalam pelaksanaan UN hanya sebagai syarat sekolah yang masuk kategori RSBI. Sedangkan untuk sekolah lainnya yang tak masuk kategori RSBI, tidak ada keharusan untuk memasang CCTV saat pelaksanaan UN.

“Dua sekolah itu (SMPN 1 dan SMPN 2-Red) termasuk sekolah kategori RSBI jadi ada kewajiban memasang CCTV saat pelaksanaan UN. Sedangkan sekolah lain yang bukan RSBI tidak wajib dilengkapi CCTV,” tandas Ela.

Sementara itu di hari yang sama para siswa SMP penderita tuna rungu yang bersekolah di SLB Negeri B juga mengikuti UN. Kepala Sekolah SLB Negeri B Garut Nana Junaidi mengatakan, pelaksanaan UN bagi para siswa SMP SLB di Garut dilakukan di gugus masing-masing.
Diterangkannya, di Garut sendiri ada tiga gugus SLB, yaitu Gugus 21, Gugus 22 dan Gugus 23. Gugus-gugus ini dikelompokan berdasarkan wilayah, yaitu wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Kecamatan Tarogong Kaler, dan Kecamatan Bayongbong.

“Sekolah kami masuk ke Gugus 21 di Tarogong Kidul. Untuk pelaksanaan UN hari pertama ini, Alhamdulillah semua siswa SMP SLB kelas tiga yang berjumlah lima orang tak ada yang tak ikut ujian,” ujar Nana.

Menurut Nana, selain itu materi soal UN bagi para siswa berkebutuhan khusus ini lebih disederhanakan bila dibandingkan dengan materi soal siswa SMP normal lainnya. Namun demikian, penyederhanaannya tetap disesuaikan dengan kurikulum dari pusat. Nana berpendapat adanya penyederhanaan materi soal UN untuk siswa SLB memang wajar mengingat para siswa SLB memiliki keterbatasan bila dibandingkan dengan siswa normal lainnya.

Diakuinya, untuk menghadapi pelaksanaan UN kali ini, pihak sekolah setidaknya sudah melakukan langkah persiapan sejak enam bulan yang lalu. Persiapan yang dilakukan diantaranya berupa pemantapan bagi para siswa.

Salah seorang peserta UN yang merupakan siswa SLB Negeri B, Eka Tresna, mengaku tidak menemui masalah berarti saat mengerjakan soal UN Bahasa Indonesia di hari pertama ujian. Untuk mempersiapkan ujian ini, dia mengaku tidak hanya mengikuti pelajaran tambahan di sekolah namun juga belajar secara intensif di rumah.(Agus)

Tags: ,


Headline NewsLihat Semuanya