Aliansi Cipayung Plus Aksi Di Kantor DPRD Kaltim ,Kritik 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

plus-enshot_63KORANBOGOR.com,SAMARINDA-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus regional Kaltim menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kalimantan Timur.

Aksi damai tersebut digelar sebagai bentuk evaluasi terhadap dua tahun kepemimpinan Jokowi – Jusuf Kalla.

Dalam orasinya, massa aksi menilai kepemimpinan Jokowi-JK selama dua tahun ini tidak ada perubahan yang signifikan terjadi, masyarakat masih jauh dari kesejahteraan.

Bahkan, janji politik Jokowi selama kampanye tidak terealisasi. Selain itu, pelanggaran HAM juga marak terjadi di pemerintahan Jokowi-Jk.

“Bulan oktober ini tepat 2 tahun Jokowi memimpin, dan hingga saat ini, jargon kerja Jokowi tak terasa sama sekali. Bahkan, pelanggaran HAM marak terjadi, padahal Jokowi sempat berjanji saat kampanye lalu, akan menyelsaikan permasalahan HAM masa lalu,” Ujar  Humas Aksi, Imam,  (17/10/2016).

Dia menjelaskan, Sumber Daya Alam (SDA) saat ini masih mayoritas dikelola oleh perusahaan asing, dan hanya segelintir orang yang merasakan dampaknya, warga kecil semakin miskin.

“Harus dilakukan nasionalisasi aset, dikelola oleh negara, dan dapat dirasakan oleh masyarakat, saat ini kan aset vital masih dikuasai investor luar.

Kami harap Pemprov Kaltim dan juga anggota DPRD Kaltim dapat mengingatkan pemerintah pusat tentang kinerjanya,” ungkapnya.
Selain berorasi.

Massa aksi  juga membentang sejumlah spanduk, termasuk ikat kepala yang bertuliskan Indonesia Tanpa Koruptor.
Aliasi Cipayung Plus terdiri dari PMII, HMI, GMNI, GMKI,PMKRI, KAMMI dan LMND.

Tanggal 20 oktober mendatang, massa akan kembali menggelar aksi dengan jumlah kekuatan yang lebih besar lagi.(Red)

Share this Post :