Kethoprak “Mataram PS SUBUR”

KORANBOGOR.COM, MATARAM – Kesenian Kethoprak adalah kesenian tradisional asli Jawa khususnya Jawa Tengah dan DIY yang diyakini sebagai cikal-bakal seni pentas, drama, film dan juga sinetron. Selain menonjolkan unsur cerita rakyat atau babad di dalam kesenian kethoprak ini mengemas berbagai macam seni dalam satu pertunjukan yang memikat.

Sebagai misal jika kita menyaksikan pertunjukan kethoprak didalamnya pasti ada unsur seni suara, seni tari, seni musik dan juga seni peran itu sendiri. Oleh karena itu kesenian kethoprak ini bisa dikatakan sebagai kolaborasi berbagai seni yang yang dipadukan sehingga menghasilkan pertunjukan yang memikat dan juga menghibur.

Salah satu kethoprak tersebut yaitu “Mataram PS SUBUR” dari desa Banyurejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman. Kethoprak dengan pimpinan Kamsirin ada sejak tahun 1964 dan dengan berjalannya waktu kethoprak ini terus menghibur masyarakat dan juga melestarikan tradisi Jawa walaupun diselenggarakan 1 tahun sekali.

Selain nguri- nguri kesenian tradisional agar tidak punah, kami ini para sesepuh ketoprak juga ikut berpartisipasi. “Aku Supangat Sutradara kethoprak “ Mataram PS Subur “ yang ditemui saat pentas di Desa belum lama ini.

Selain sesepuh dari desa sendiri, ada juga sesepuh tetangga desa dan seniman Yogyakarta yang ikut menghibur masyarakat. Para pemain tersebut biasanya merupakan sesepuh yang termasuk handal di desanya. Tidak hanya sesepuh sekarang pemuda desa ikut serta berpartisipasi dalam kethoprak tersebut. Selain itu pemain ini biasanya mempunyai ketrampilan khusus yang dapat memikat penonton, sehingga kehadirannya selalu dinantikan penonton.

Lakon atau cerita itu biasanya berwujud babad atau cerita rakyat yang disusun berdasarkan buku-buku yang ada. Selain itu pula lakon bisa didapat dari mulut ke mulut dari orang tua dulu yang kemudian disusun menjadi cerita baru yang kemudian dipentaskan dalam panggung.

Namun agar pentas tidak membosankan cerita dikemas sedemikian menarik dengan bumbu-bumbu yang memikat penonton. Misalnya dengan menambah tari-tari, lawak dan lagu-lagu kini seperti dangdut dan campursari.

Selain itu di setiap penampilan tehnik penataan panggung atau property setiap waktu juga di ganti agar tidak membosankan, seperti penataan lampu, suara dan juga penampilan pemain. Oleh karena itu meskipun kesenian tradisional namun kethoprak “Mataram PS Subur” saat ini mampu memikat para penontonnya dengan mengkolaborasikan seni modern di dalamnya. (red / Hastuti Azis )

Share this Post :