Kasus Kondensat Mandeg,MAKI Datangi Kejagung

KORANBOGOr.com,JAKARTA-Setelah Bareskrim Polri, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman kini mendatangi Gedung Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (22/12).

Ia mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi kondensat dengan tersangka Raden Priyono, Honggo Wendratno dkk. Pasalnya, kasus yang ditangani oleh Bareskrim, hingga kini tak kunjung dinyatakan lengkap atau P21.

“Saya ke sini ingin menyerahkan surat ke Direktur Penuntutan pada Jampidsus. Saya mau mempertanyakan berkas korupsi kondensat yang sudah empat kali bolak balik tidak dinyatakan lengkap, suratnya sudah saya serahkan,” kata Boyamin di Kejagung, Jumat (22/12).

Dalam kesempatan itu, Boyamin mengaku juga telah berkomunikasi dengan salah seorang jajaran Jampidsus. Komunikasi tersebut membahas berkas perkara yang belum dinyatakan P21 tersebut.

“Mudah mudahan ini baik dan berkas bisa lengkap dalam waktu dekat, ini kan berkas sudah empat kali bolak balik,” jelasnya.

Saat ditanya soal alasan jaksa peneliti yang tak kunjung menyatakan P21 berkas perkara, Boyamin menduga ada perbedaaan persepsi antara penyidik dan tim jaksa peneliti soal perhitungan kerugian negara.

“Kita kan berpatokan hasil BPK, tapi kenapa tim jaksa bisa berbeda pendapat, ini menjadi kita curiga, tapi semoga jaksa bisa segera P21,” tandasnya.

Sebelumnya, MAKI telah melayangkan gugatan praperadilan karena kasus tersebut mangkrak dan tidak jelas penanganannya.

Gugatan praperadilan dilayangkan terhadap Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (20/12).

Dalam gugatannya, Boyamin menuding Kapolri telah membiarkan perkara mengendap hingga tiga tahun lamanya. Sedangkan Jaksa Agung, ia menudingnya bersalah karena memberikan petunjuk yang bersifat subyektif dan sulit dipenuhi oleh penyidik.

Sementara, KPK dianggap telah membiarkan perkara mangkrak dan tak kunjung mengambil alihnya .(Red)

Share this Post :