INKA Kucurkan Rp600 Miliar untuk Bangun Pabrik di Banyuwangi

KORANBOGOR.COM, Jakarta – PT Industri Kereta Api (Persero) akan mengucurkan investasi senilai Rp600 miliar untuk membangun pabrik baru di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama INKA Mohamad Nur Sodiq mengatakan, pembangunan pabrik baru ini akan difokuskan untuk memproduksi kereta dengan teknologi baru, misalnya kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT).

Sebab, perseroan melihat bahwa tren kebutuhan kereta telah beralih ke jenis ini dan permintaannya cukup besar. “Pabrik baru kami akan larikan untuk (produksi kereta berbahan) stainless steel dan aluminium,” ucap Sodiq, Senin (27/12).

Selain itu, pabrik baru akan digunakan untuk pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kerja sama dengan teknisi dari Jepang, China, dan lainnya.

Sodiq bilang, saat ini perusahaan pelat merah itu tengah mengurus pengadaan lahan untuk pabrik itu. Sedangkan tahap konstruksi ditargetkan bisa dilakukan pada tahun depan. “Kami harapkan awal 2019 sudah siap berproduksi,” katanya.

Adapun kebutuhan anggaran untuk membangun pabrik baru ini akan ditutup dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang didapat perseroan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp1 triliun.

Sedangkan sisanya, sekitar Rp400 miliar dari total PMN yang diterima, akan digunakan untuk revitalisasi pabrik terdahulu yang berdiri di Kota Madiun, Jawa Timur. Selain itu, akan pula digunakan untuk revitalisasi alat berat yang saat ini sudah dimiliki perseroan.

Dengan pembangunan pabrik baru dan revitalisasi ini, Sodiq berharap kapasitas produksi perseroan akan meningkat dua kali lipat menjadi tiga kereta per hari dari saat ini sebanyak 1,5 kereta per hari untuk kereta api berbahan berat.

“Jangan sampai kami terima semua pesanan, tapi kemampuan kami tidak cukup,” pungkasnya.

Sementara itu, belanja modal yang digelontorkan dari kas internal INKA pada tahun depan sebesar Rp400 miliar. Angka ini meningkat sekitar 60 persen dari total belanja modal pada tahun ini sebesar Rp250 miliar. (red)

Share this Post :