Polda Lampung Berhasil Ungkap Delapan Kasus Illegal Fishing

Foto: Kasubdit Gakum Polairud Polda Lampung, AKBP. Rahmat Hidayat .)

KORANBOGOR.com,LAMPUNG-Petugas Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Lampung, ungkap delapan kasus illegal fishing awal tahun, pada Senin (8/1).

Direktur Polairud Polda Lampung, Kombes Pol. Rudi Hermanto melalui Kasubdit Gakum Polairud Polda Lampung, AKBP. Rahmat Hidayat mengatakan, akhir tahun 2017, pihaknya telah mengungkap delapan kasus.

“Dari delapan kasus tersebut, rata-rata pemilik kapal atau nelayan yang diamankan, tidak melengkapi dokumen seperti, surat izin berlayar dan surat izin menangkap ikan,”jelas Rahmat Hidayat.

Dalam penanganannya, bagi nelayan yang melakukan pelanggaran berat seperti, menyimpan, memiliki dan menggunakan bahan peledak (Handak) tetap diproses, sebab itu merupakan tindak pidana.

Sedangkan bagi nelayan yang melakukan pelanggaran ringan seperti, tidak melengkapi dokumen hanya di beri peringatan dan di serahkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk dibina.

“Untuk kasus illegal fishing, ada yang di proses diantara, penyelundupan benur lobster, sebab perbuatan tersebut telah merugikan negara hingga miliaran rupiah,”ujarnya.

Mengenai peraturan, pihaknya merujuk pada Peraturan Menteri (Permen) No 02 Tahun 2015, tentang larangan penggunaan Hela atau Troll dan pukat tarik di wilayah penangkapan perikanan di wilayah RI.

“Peraturan tersebut diperkuat dengan UU Perikanan No 45 Tahun 2009, tentang alat penangkapan perikanan,”pungkasnya.(Red)

Share this Post :