Harga Beras Naik,Kapolri: Polri Akan Investigasi Harga Beras

KORANBOGOR.,com,JAKARTA-Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan anak buahnya melakukan pemeriksaan terhadap harga beras yang saat ini sedang melonjak. Hal itu diperkirakan antara suplainya yang kurang atau memang stoknya yang berkurang.

“Satgas pangan kita mengecek suplai, suplainya cukup betul yah. Karena ini ada infomasi suplai cukup karena panen, stok juga cukup. Namun ada yang berpendapat bahwa kemungkinan suplai bisa terganggu karena cuaca hujan. Atau, harga naik itu suplainya yang kurang, barangnya enggak ada otomatis pasti naik atau suplai cukup distribusinya ada yang mainkan,” kata Tito di aula PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/1).

Mantan Kepala BNPT ini akan melakukan koordinasi dengan beberapa lembaga kementerian terkait akan hal tersebut, seperti Kementerian Perdagangan dan Kementan.

“Nah, sekarang tahapnya dikoordinasi, apakah cukup tidak yaitu dari Kementerian Perdagangan, Polri, Kementan, Bulog kita juga satgas pangan mengecek ke daerah. apakah suplai atau distribusinya,” ujarnya.

“Nah sampai saat ini kita sama-sama ngecek dengan Menteri Pertanian, Bulog, Perdagangan apakah faktor suplai atau faktor distribusi, tapi yang utama untuk menekan harga ini adalah operasi pasar. Operasi pasar ini sedang dikerjakan,” tandasnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto menuturkan bahwa dengan melonjaknya harga beras, pihaknya akan melakukan evaluasi sekaligus merencanakan kinerja Satgas Pangan pada tahun 2018 ini.

“Memang beras kita singgung tapi tidak hanya beras. Ada 11 komoditas yang jadi fokus satgas pangan dimana merupakan fokus pemerintah program kerjanya bapak Jokowi untuk mengamankan harga 11 komoditas itu.

Tidak hanya masalah beras tapi juga masalah telur, daging ayam, cabe, bawang merah dan putih. Kalau ini tidak sampai terkendali ujung-ujungnya nanti pada kepolisian,” tutur Setyo di Kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/1).

Kepala Satgas Pangan ini pun mengungkapkan bahwa Satgas Pangan hanya bekerja untuk melakukan pengawasan dalam rantai distribusi yang terkait soal pangan. Oleh karena itu, dirinya enggan untuk membahas tentang produksi karena memang Satgas Pangan hanya mengawasi masalah distribusinya saja.

“Untuk masalah, sampai ada beberapa memang ya, seperti di Kalimantan Selatan, dimana beras bulog yang diganti karungnya kemudian akan dijual ke luar pulau. Sepanjang itu melanggar pidana itu akan kita tindak.

Dan untuk jumlahnya itu 18 ton, secara jumlah mungkin tidak terlalu signifikan. Tapi ini adalah bisa mempengaruhi psikologi pasar,” ujarnya.

Untuk wilayah Jawa dan Bali, pihaknya sedang melakukan operasi pasar. Hal itu dilakukan untuk meredam, menekan harga. Karena dirinya tak ingin sampai bergerak terlalu tinggi.

Menurutnya, ini adalah teori ekonomi dengan banyaknya supply diharapkan harga yang turun.

“Iya pasti (dilihat penyebab tingginya harga). Pasti, kalau ada penyimpangan akan kita tindak. Kita masih bekerja (karena belum tahu penyebabnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa mengoplos beras dalam artian kalau pedagang untuk meningkatkan dengan harga yang kalau pedagang mengoplos di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dirinya mengganggap tak masalah.

“Tapi kalau dia ngoplos untuk mendapatkan harga yang lebih, harga beras murah dioplos dengan harga yang sedikit mahal tapi dapat harga yang mahal, itu enggak boleh.

Tapi kalau dia mengoplos untuk meningkatkan kualitas dan harganya rendah itu masih dalam tahap toleransi lah,” tambahnya.

Dirinya pun memastikan bahwa saat ini pemerintah mempunyai stok beras yang cukup untuk masyarakat luas. Namun, dirinya tak ingin menyebutkan berapa jumlah stok yang saat ini dimiliki oleh pemerintah yang mengingat bahwa harga beras sedang melonjak tinggi.

“Saya tidak bicara soal stok, kalau stok bisa tanya ke stakeholder yang lain ya. Yang ingin saya sampaikan bahwa pemerintah punya cadangan yang cukup. Berapa pun yang dibutuhkan digelontorkan dalam operasi pasar ini siap, kami yang mengawal,” tandasnya. (Red)

Share this Post :