PEMBUATAN INSULIN DENGAN REKAYASA GENETIKA DALAM MERINGANKAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS

KORANBOGOR.COM, BOGORO – Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronik yang terjadi ketika pankreas tidak cukup dalam memproduksi insulin atau ketika tubuh tidak efisien menggunakan insulin itu sendiri. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (riskesdas) kementerian kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, penduduk Indonesia yang sudah menderita penyakit diabetes mellitus sebanyak 9,1 juta jiwa dan diprediksi pada tahun 2030 akan meningkat hingga 21,3 juta jiwa.

 

Untuk meringankan sakit penderita diabetes mellitus maka digunakan teknik rekayasa genetika. Teknik rekayasa genetika adalah kegiatan memanipulasi gen dengan teknik DNA rekombinan dengan tujuan mengubah, menghilangkan atau memunculkan ekspresi gen tersebut pada suatu organisme hidup.

Insulin merupakan hormon yang mengubah glukosa menjadi glikogen, dan berfungsi mengatur kadar gula darah bersama hormon glukagon. Hormon insulin yang diproduksi oleh tubuh kita dikenal juga sebagai insulin endogen, namun ketika kelenjar pankreas mengalami gangguan sekresi guna memproduksi hormon insulin. Pada situasi inilah tubuh membutuhkan hormon insulin dari luar tubuh yang berupa obat buatan manusia atau dikenal juga sebagai sebutan insulin eksogen. Pembuatan insulin eksogen dapat dilakukan dengan teknik rekayasa genetika.

Pada proses penyisipan gen dengan teknik rekayasa genetika diperlukan tiga faktor utama yaitu vektor yang merupakan pembawa gen asing yang akan disisipkan, biasanya berupa plasmid, yaitu lingkaran kecil yang terdapat pada bakteri. Plasmid diambil dari bakteri dan disisipi dengan gen asing; bakteri, yang berperan dalam memperbanyak plasmid. Plasmid di dalam tubuh bakteri akan mengalami replikasi atau memperbanyak diri, makin banyak plasmid yang direplikasi makin banyak pula gen asing yang dicopy sehingga terjadi kloning gen. dan enzim, berperan untuk memotong dan menyambung plasmid. Enzim ini disebut enzim endonuklease retriksi, enzim endonuklease retriksi yaitu enzim endonuklease yang dapat memotong ADN pada posisi dengan urutan basa nitrogen tertentu.

 

Tahap-tahap yang dilakukan dalam pembuatan insulin eksogen yaitu tahap pertama mengisolasi plasmid pada bakteri yang akan direkayasa, dimana plasmid adalah materi genetik berupa DNA yang terdapat pada bakteri namun tidak tergantung pada kromosom karena tidak berada di dalam kromosom, tahap kedua plasmid dipotong dengan menggunakan enzim di tempat tertentu sebagai calon tempat gen baru yang nantinya dapat membuat insulin, tahap ketiga gen yang dapat mengatur sekresi (pembuatan) insulin diambil dari kromosom yang berasal dari sel manusia, tahap keempat gen yang telah dipotong dari kromosom sel manusia kemudian ditempelkan di plasmid tersebut setelah dipotong, tahap kelima plasmid yang sudah disisipi gen manusia itu kemudian dimasukkan kembali ke dalam bakteri, dan tahap terakhir bakteri yang telah mengandung gen manusia itu selanjutnya berkembang biak dan menghasilkan insulin yang dibutuhkan.

Salah satu sumber insulin yang sudah tidak asing lagi digunakan dalam dunia kedokteran adalah insulin babi. Untuk menghasilkan 1 pound insulin didapatkan dari 60 ribu ekor babi serta diperkirakan mampu mengobati pasien diabetes sebanyak 750-1.000 orang selama setahun. Jika produksi babi pertahun sebanyak 85 juta maka insulin yang mampu dihasilkan selama setahun adalah 1.400 pound. Jumlah tersebut dapat mengobati pasien sebanyak 1,050 juta sampai 1,4 juta pertahun. Teknologi rekayasa genetika telah banyak berperan dalam produksi insulin, dimana bakteri di rekayasa sedemikian rupa sehingga mamapu memproduksi insulin. Dengan demikian insulin yang beredar pada dunia pengobatan merupakan gabungan dari insulin babi dan insulin dari bakteri..

Selain melakukan pengobatan, kita harus tahu apa saja yang harus dilakukan oleh penderita diabetes agar menurunkan diabetes , seperti mengurangi makanan berkabohidrat, menambah porsi makanan berserat, mengkonsumsi tanaman herbal diabetes (kunyit, pare, daun mangga, ginseng, dan lain lain) dan berolahraga untuk membakar lemak. (red/ Penulis : Nego Lambertus Pakpahan )

 

Sumber referensi:

 

M. A. Krisno Budiyanto, “Rekayasa Genetika Dalam Proses Pembuatan Insulin Sebagai Salah Satu Terapi Penyakit Diabetes Mellitus,” Kajian mikrobiologi umum, 2011.
Share this Post :