AMPB Unjuk Rasa Di KPK,Tangkap “Pleger ” Kasus Angkahong

KORANBOGOR.com,BOGOR-Abu – abunya kelanjutan kasus korupsi pengadaan lahan seluas 7.302 meterpersegi milik Kawidjaja Henricus Ang alias Angkahong senilai Rp43,1 miliar oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, membuat elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB) berunjukrasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (11/1).

Diketahui, dalam perkara rasuah itu nama – nama petinggi Pemkot Bogor ikut terseret sebagai pleger (turut serta). Hal itu terkuak usai Ketua Majelis Hakim Lince Anna Purba membacakan putusan terhadap tiga terdakwa pada 30 September 2016.

Dalam kesempatan tersebut, AMPB mendesak agar komisi antirasuah turun gunung untuk menangani kasus Angkahong yang telah menyeret tiga orang sebagai terpidana, yakni mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Hidayat Yudha Priatna, mantan Camat Tanah Sareal Irwan Gumelar, dan Ketua Tim Appraisal Ronny Nasrun Adnan.

Sekretaris Jenderal AMPB, Iman Sukarya mengatakan, kasus korupsi Angkahong sempat mencuat dan bahkan sudah beberapa kali di laporkan ke KPK,  namu  hingga saat ini belum juga ada respon.

“Proyek pembebasan lahan Jambu Dua atau kasus Angkahong yang jelas jelas merugikan keuangan negara juga hanya sampai pada kelas teri, rakyat dan bawahan kembali menjadi korban dari sebuah kebijakan para pimpinan di Kota Bogor. Kami minta KPK segera turun tangan soal kasus Angkahong ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan.

Menurutnya, mandegnya penanganan kasus Angkahong oleh Kejati Jabar merupakan sinyalemen untuk KPK agar segera mengambil alih perkara itu.

“KPK harus berani menangkap Pleger yang sudah dinyatakan berdasarkan keputusan pengadilan tipikor Jaw Barat. AMPB meminta agar KPK segera bertindak memeriksa pleger,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator aksi AMPB, Ali Topan, menuntut kepada KPK agar segera mengaudit semua proyek aspirasi,  DD,  ADD, Rutilahu dan Bansos 2016 di Kabupaten Bogor. Audit Proyek Bantuan Propinsi di Ruas Jalan Pasir Ipis -Garehong Kabupaten Bogor.

Audit Pembangunan Ruas Jalan Bogor – Kemang, Pembangunan Masjid Baitul Faidzin,  Gedung Sekda di Kabupaten Bogor. Usut dan segera Tuntaskan Kasus Jalan R3, Masjid Agung yang terjadi Di Kota Bogor.

“Kami akan kembali menggelar aksi demo lebih besar, apabila KPK tidak segera menangkap pleger di Kota Bogor yang terjerat kasus korupsi pembebasan lahan Jambu Dua,” tegasnya. (n Fredy Kristianto)

Share this Post :