Pemerintah Mengizinkan Swasta Investasi Infrastruktur Digital

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Pemerintah membuka diri kepada pihak swasta yang ingin berinvestasi membangun infrastruktur digital, seiring meningkatnya kebutuhan sejumlah masyarakat dalam memperoleh informasi dan transaksi melalui teknologi digital.

Langkah ini dilakukan seiring keterbatasan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur di wilayah Nusantara. Terlebih saat ini, banyak Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota yang tengah menggalakkan program Kota Pintar (Smart City).

“Transaksi ekonomi digital tengah booming. Kalau tidak disokong dengan pembangunan infrastruktur dan komunikasi tidak akan jalan.

Sedangkan Pemerintah punya keterbatasan. Maka itu kami membuka diri dan terbuka mempersilakan swasta ikut andil bangun infrastruktur ini,” papar Dirjen Penyelenggara Pos dan Informasi (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informasi Ahmad M Ramli dalam sebuah diskusi di Semarang, Kamis (11/1).

Meski demikian, pihak swasta diminta melakukan pembangunan infrastruktur tersebut dengan cara yang benar, khususnya kaitan dalam penataan infrastruktur yang dibangun di mana jangan sampai menimbulkan keluhan di masyarakat.

“Cara membangunnya dengan benar. Perizinan yang ada diurus, penataan materialnya jangan sampai menimbulkan keluhan di masyarakat. Selalu kordinasi dengan Pemda terkait”, tambah Ramli.

Meningkatnya kebutuhan teknologi digital di masyarakat ini tak dipungkiri para penyedia jasa fiber optik di tanah air. Bahkan tak tanggung-tanggung, para penyedia jasa harus bersaing untuk merebut pasar lewat harga dan fasilitas.

“Di wilayah Kabupaten/Kota beradu dalam konsep Smart City sehingga disini muncul banyak penyedia jasa instalasi internet digital yang bersaing. Fiber Optik merupakan pondasi yang sangat penting dalam membangun konsep Smart City”, kata Direktur Informasi Fiberstar Thomas Dragono.

Thomas menambahkan, permintaan teknologi digital ini masih bagus sehingga harus dipenuhi penyedia jasa di tanah air. Jangan sampai ada negara tetangga atau luar yang justru memanfaatkan pasar di Indonesia.

“Potensi pasar di Indonesia sangat bagus dan besar luar biasa. Kita sebagai penyedia jasa harus berusaha memenuhi masyarakat, jangan sampai dimanfaatkan negara tetangga atau luar menjadi Indonesia itu market. Sebaliknya, kita harus jadi market leader”, lanjut Thomas. (Red)

Share this Post :