HUJAN (Antara Berkah dan Musibah)

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Hujan adalah karunia dari Tuhan yang luar biasa dimana hujan dapat menjadi air laut, air sungai, air sumur, dll. Yang semua itu sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Ungkapan rasa syukur apabila turunnya hujan ternyata tidak dirasakan oleh seluruh umat manusia karena ada beberapa segelintir orang mengatakan jika turunnya hujan pasti akan mendatangkan musibah, contohnya pemikiran masyarakat Ibu Kota Jakarta yang lingkungan tempat tinggalnya tidak terdapat resapan air dan ditambah lagi mereka hidup di bantaran sungai yang sangat kumuh dan terdapat banyak sampah, bagi mereka jika turun hujan berhari-hari dapat dipastiakn akan terjadi banjir.

Ini membuat pemikiran masyarakat yang tinggal di Ibu Kota Jakarta beranggapan bahwa hujan lebih banyak mendatatangkan musibah daripada berkah.

Namun disisi lain sebagian orang beranggapan bahwa hujan mendatangkan berkah,  contohnya para petani bersyukur ketika turun hujan karena membuat tanamannya menjadi subur apabila hujan tidak turun hujan akan menjadikan tanamannya menjadi mati kekeringan sebelum laku terjual disebabkan kekurangan air sehingga petani akan merugi.

Hujan juga bisa sebagai penanda apakah seseorang memiliki sifat malas, rajin, ataukah keras kepala.

Biasanya jika musim penghujan tiba sering kali hujan turun berhari-hari siang dan malam yang mengakibatkan orang menjadi malas melakukan aktivitas atau mengulur-ulur waktu menunggu hujan reda, contohnya seorang guru yang terlambat masuk kelas karena alasan hujan, ada juga apabila turun hujan orang menjadi rajin melakukan aktivitas dari yang sebelumnya, contohnya seorang ibu yang mengantarkan anaknya berangkat sekolah lebih awal dari sebelumnya karena takut anaknya terlambat karena hujan, ada juga ketika turun hujan menjadikan orang menjadi keras kepala, contohnya anak muda zaman sekarang ketika hendak berangkat sekolah hujan turun ia lebih baik pergi sekolah tanpa mengenakan jas hujan daripada menggunakan jas hujan dengan alasan ribet dan jarak sekolah dekat padahal belum tentu di daerah tersebut terang di daerah lain juga terang bisa jadi hujan turun sangat lebatnya yang mengakibatkan seragam sekolah menjadi basah dan menghambat pembelajaran.

Akhir-akhir ini sering turun hujan karena memang sudah memasuki musim penghujan. Hujan itu akan membawa berkah atau musibah tergantung orang yang merasakannya masing-masing. Akhir November bulan lalu banyak dibeberapa wilayah di Yogyakarta terjadi bencana banjir salah satunya wilayah Gunung Kidul.

Selama ini masyarakat Gunung Kidul berbangga diri dan beranggapan bahwa Gunung Kidul tidak akan pernah terjadi banjir, karena memiliki banyak gua dan sungai yang siap untuk menyerap air dan mengalirkannya ke laut. Sungai di wilayah tersebut bersih tanpa dipenuhi sampah, lancar untuk dilewati air banjir.

Namun semua itu mudah bagi Tuhan untuk mengalahkan logika dan kebanggan masyarakat Gunung Kidul, sehingga terjadilah banjir yang mengakibatkan bayak rumah warga yang rusak, jembatan yang roboh, dan harus mengungsi, akses jalan ditutup, sekolah diliburkan dll.

Jadi kesimpulannya hujan turun maupun tidak turun kita sebagai manusia hanya bisa bersyukur kepada Tuhan dan senantiasa berlindung kepada Tuhan serta selalu menjaga lingkungan agar tetap.bersih.

Penulis : Irrena Citra Puspitaningtiyas

Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar .(Red)

 

 

Share this Post :