Bareskrim Polri Serahkan Lagi Berkas Kasus Pulsa bodong Ke Kejagung

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Berkas tersangka perkara penipuan PT Mione Global Indonesia (MGI) terhadap masyarakat dengan modus penjualan pulsa Handphone (HP) dan pulsa listrik kembali diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya menyatakan berkas tersebut kembali sudah kembali ke Kejagung setelah Polisi memenuhi beberapa permintaan dan petunjuk dari JPU. Kejagung sempat mengembalikan berkas tersebut kepada Polisi.

“Berkas perkara telah kami kirim ke JPU, dan terdapat P-19 (petunjuk JPU), penyidik sudah melengkapi petunjuk tersebut dan akan dikirimkan kembali berkas perkara hari ini,” kata Agung melalui pesan tertulisnya Selasa (5/12).

Sejauh ini, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka, termasuk dua petinggi PT Mione Global Indonesia (MGI), Dirut PT MGI, DH dan Direktur PT MGI, ES dan satu Warga Negara (WN) Malaysia, KWS.

Sampai saat ini, jumlah member perusahaan dan diduga tertipu oleh sindikat ini sebanyak 22.200 jiwa. Dengan total kerugian cukup fantastis dengan menyentuh angka Rp 400 miliar. “Jumlah member terdata 2.200, dengan total dana sekitar 400 miliar,” ungkap Agung.

Namun, Agung memaparkan, sudah 200 member lebih melaporkan ke posko pengaduan korban PT MGI, melalui email atau Whatsap.

“Bila merasa menjadi korban PT MGI untuk melaporkan melalui WA di nomor 081385478887, atau email ke tipideksus.bareskrim@polri.go.id,” papar dia.

Dalam kasus ini, masyarakat termakan rayuan melakukan pembelian pulsa HP atau pulsa listrik dengan janji keuntungan besar. Konsumen diminta investasikan sebesar Rp 72 juta.

Dengan investasi itu, PT MGI menjanjikan kepada masyarakat akan memberikan 300 point dan dikonversi menjadi pulsa senilai Rp 3 juta setiap 10 hari selama 70 kali atau 23 bulan.

Karena perbuatan tersebut, para tersangka dijerat dengan Pasal 105 Jo Pasal 9 UU No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp 10 miliar.(Red)

Share this Post :