Guyup Rukun Sedekah Desa di Bedingin

Facebook.com

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Setiap satu tahun sekali masnyarakat desa Bedingin yang berada di kec. Todanan, kab. Blora mengadakan syukuran  hasil panen padi atau yang disebut dengan sedekah bumi.

Rata-rata panen yang dihasilkan oleh penduduk sekitar kurang lebih 85% dari keseluruhan warganya, karena hasil panen ini dipengaruhi oleh cuaca yang pada tahun lalu sering terjadinya hujan deras sehingga memicu penduduk sekitar untuk menanami padi pada lahan perkebunan.

Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan lahan agar tidak terbengkalai karena ditanami tanaman apapun tidak mampu hidup karena faktor cuaca hujan yang hanya memungkinkan ditanami tanaman padi.

Sekitar 25%  penduduk yang mengalami hasil panen yang kurang memuaskan hal ini karena padi yang seharusnya siap di panen tergenang air sehingga menyulitkan petani saat proses pemanenan, hal ini sangat membuat petani sekitar sedikit merugi.

  Proses Guyup Rukun

Dalam kata lain guyub berarti kebersamaan sedangkan rukun yaitu keselarasan. Untuk membuat masnyarakat sekitar semakin rukun, tentram maka biasanya sebelum acara sedekah bumi dilaksanakan seminggu  sebelumnya ada perlombahan bola volly yaitu lomba volly antar RT baik laki-laki dan perempuan tapi pada tahun ini tidak pernah lagi  tapi sekarang masih ada lomba volly walaupun tidak antar RT sekarang lebih dikenal dengan  volly persahabatan antar desa.

Penduduk pada saat hari sedekah bumi biasanya itu membuat makanan berupa bugis, tape, pasung dan sayur lodeh  makanan tersebut wajib ada ketika acara sedekah bumi ini berlangsung.

Sementara saat malam sebelum  sedekah bumi itu ada pengajiannya lalu keesokan harinya mejelang siang semua warga Bedingin melaksanakan kondangan di dekat balai desa dibawah pohon beringin yang besar  karena dari dulu sampai sekarang  saat melaksanakan kondangan memang dilaksanaknan orang yang menghadiri bisa laki-laki atau perempuan saat itulah kekompakan dan kerukunan warga Bedingin terlihat, isi yang dibawa saat kondangan berupa bugis, tape, pisang dll, masnyarakat Bedingin saling bertukar makanan tapi yang sering di tukar itu pisang karena biasanya pisang yang dibawa berbeda-beda walaupun begitu tidak ada rasa canggung dan malu antara satu dengan yang lainnya .

Kemudian saat kondangan itu di hadiri  pak lurah dan bu lurah, sekarang saat sedekah bumi selalu hiburannya ketoprak (wayang orang), tapi katanya dulu sebelum menaggap ketoprak dulunya itu jogged (tayuban) tapi sekarang sudah diganti ketoprak walaupun sudah diganti, sebelum ketoprak dimulai biasanya harus  diawali dengan joged (tayuban) dan pak lurah ikut serta tayuban.

Saat acara sedekah bumi berlangsung rame sekali sekitar 90% masyarakatnya ikut serta dalam kegiatan ini. Terasa seperti pasar malam, karena dari desa lain juga ikut serta meramaikannya disana itu di setiap desa saat sedekah bumi itu hiburannya berbeda-beda tapi ada juga yang sama .  

Sebenarnya guyup rukun bisa dilakukan kapan saja, untuk menciptakan masnyrakat yang yang harmonis tentunya peran kepala desa sangat diperluhkan dalam menangani masnyarakatnya, tapi dalam hal lain warganya juga harus bisa saling menghargai satu sama lain sehingga muncul rasa  solidaritas yang tinggi agar tidak terjadi disharmonisasi antar warga.

Kemudian juga untuk meningkatkan sumberdaya alam yang ada dan meningkatkan mutu hasil yang baik yang merupakan tujuan dalam mewujudkan kesejahteraan warga.

Sikap saling peduli terhadap sesama warganya merupakan hal yang positif untuk membangun kesejahteraan dalam kata lain dapat membuat desa samakin maju sehingga mampu menciptakan kehidupan yang amat damai.

Terkadang kala sering timbul konflik yang sebenarnya tidak diinginkan, sebagian besar penduduk berkonflik karena permasalahan personal. Sebenarnya untuk menghadapi konflik antar warga cukup rumit karena biasanya orang yang berkonflik itu sulit untuk dikasih saran.

Bagaimanapun juga walaupun sering terjadinya konflik, warga sekitar cukup ramah dengan penduduk dari desa lain. Dengan adanya sedekah bumi ini diwujudkan untuk menetralisikan penduduknya agar tetap mampu menjaga kerukunan sehingga mampu menciptakan keselarasan.

Menjaga Kerukunan

Untuk mewujudkan masnyarakat yang rukun perlu adanya kegiatan bebearapa hal yang perlu di lakukan.

Pertama, melakukan kegiatan kerja bakti setiap dua minggu sekali selain untuk meningkatkan kerukunan juga dapat lebih mengenal warga satu dengan yang lain.

Kedua, toleransi antar warga hal ini sangat diperlukan karena sikap saling menghargai satu sama lain justru akan mampu membuat masnyarakatnya semakin erat.

Dengan kata lain sedekah bumi walaupun hanya dilakukan setiap satu tahun sekali tapi dapat berdampak besar bagi masnyarakatnya untuk saling bersilaturahmi antar warga.

Selain itu sedekah bumi rasa syukur yang ditujukan warga kepada pecipta-Nya atas semua yang telah diberikan, hal ini menunjukan bahwa sebagai manusia harus selalu bersyukur.

(Red/Penulis: Rima Miana )

 

Share this Post :