47 Ribu Aparat Gabungan Siap Kawal Sidang Putusan PHPU

Hukum

KORANBOGOR.com, JAKARTA-Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut sebanyak 47 ribu personil gabungan, terdiri dari unsur kepolisian, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta, diterjunkan untuk berjaga di sejumlah titik di Ibu Kota.

Adapun pengerahan puluhan ribu aparat itu lanjut Dedi bertujuan untuk memastikan situasi Jakarta kondusif saat sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) berjalan dan diputus oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis 27 Juni mendatang.

“Untuk mengantisipasi segala macam potensi gangguan dan kerawanan yang timbul selama proses dan penetapan persidangan di MK, jumlah kekuatan TNI sekitar 17 ribu personel, Polri sekitar 28 ribu personel, kemudian dari pemda hampir 2.000 personel,” urai Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (24/6/2019).

“Seluruh kekuatan yang terlibat dalam pengamanan di gedung MK dan sekitarnya hampir 47 ribu,” lanjut Dedi.

Sebelumnya, Dedi menyebut jika total keseluruhan personil gabungan yang disiapkan untuk pengamanan di DKI sebanyak 13 ribu personel. Tetapi kemudian ada prediksi dan analisis intelijen soal potensi-potensi gangguan keamanan.

“Dari prediksi intelijen dan analisis-analisis intelijen dalam rangka untuk mengantisipasi segala macam potensi gangguan kamtibmas. Artinya bahwa polisi berpikir tidak boleh underestimate, dan kita tahu masa-masa penahapan di akhir putusan MK itu adalah masa-masa yang cukup rawan,” ungkap Dedi.

Dedi menerangkan salah satu pertimbangan untuk pengerahan 47 ribu aparat ini adalah pengalaman kerusuhan pada 21 dan 22 Mei lalu.

Sidang putusan gugatan hasil Pilpres 2019 ‘dipercepat’ dari batas maksimal, yang sebelumnya dijadwalkan akan digelar Jumat 28 Juni akan dimajukan pada Kamis 27 Juni 2019.

Foto : Dedi Prasetyo (PMJNews).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.