Aksi Penembakan Terhadap Fawzia Koofi Negosiator Wanita Afghanistan Adalah Tindakan Pengecut Dan Kriminal

Hukum Internasional

KORANBOGOR.com,AFGHANISTAN-Aksi penembakan terhadap negosiator wanita di Afghanistan, Fawzia Koofi, adalah tindakan pengecut dan kriminal. Serta mengganggu proses perdamaian di Afghanistan.

Hal itu disampaikan utusan AS untuk urusan rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad.

Kabar terakhir menyebutkan, bahwa Koofi tidak mengalami cedera serius akibat aksi penembakan itu. Koofi ditembak di lengan kanan saat bepergian dengan saudara perempuannya.

Taliban membantah mereka adalah pihak di balik serangan itu, yang terjadi ketika kedua belah pihak bersiap untuk melakukan perundingan.

Taliban sebelumnya menolak bernegosiasi langsung dengan pemerintah Afghanistan, tetapi setuju untuk mengambil bagian dalam pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik selama hampir dua dekade, setelah mencapai kesepakatan dengan AS Februari lalu.

Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, pemerintah Afghanistan harus membebaskan 5.000 tahanan Taliban.

Pada hari Kamis lalu, mereka mulai melepaskan 400 tahanan terakhir. Pembicaraan diperkirakan akan dimulai di Qatar setelah tahanan terakhir dibebaskan.

Namun, ada kekhawatiran bahwa serangan terhadap Koofi, seorang kritikus yang keras terhadap Taliban, yang diserang dalam perjalanan kembali dari sebuah pertemuan di Provinsi Parwan utara dekat ibu kota Kabul, dapat merusak proses tersebut.

“Pola serangan terarah yang mengkhawatirkan dapat berdampak negatif pada kepercayaan dalam proses perdamaian,” tulis kepala Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan, Shaharzad Akbar, di Twitter.

Khalizad juga menulis di Twitter bahwa dia ingin semua pihak yang mengupayakan perdamaian tidak hanya mengutuk serangan itu, tetapi juga mempercepat proses perdamaian dan memulai negosiasi intra-Afghanistan secepatnya.(Red)