ALIANSI ADVOKAT MUDA DJOGJAKARTA KECAM KEKERASAN TERHADAP DEMONSTRAN

Hukum

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Aksi demonstrasi besar-besaran Mahasiswa yang berlangsung diberbagai wilayah di Indonesia dalam sepekan ini begitu banyak menyita perhatian publik,khususnya demonstrasi yang terjadi di Ibu Kota.

Disamping itu, selama aksi demonstrasi berlangsung tidak sedikit dari oknum aparat Kepolisian yang tertangkap kamera sedang melakukan tindakan-tindakan kekerasan (represif) terhadap masa aksi.

Dari aksi demonstrasi tersebut, diketahui terdapat banyak orang mengalami luka-luka, bahkan sampai mengakibatkan korban yang meninggal dunia.

Bahwa sampai dengan tanggal 27 September 2019, telah tercatat setidaknya terdapat 2 orang Mahasiswa meninggal dunia, yang diduga akibat dari tindakan kekerasan oleh oknum aparat keamanan.

Dua orang mahasiswa tersebut adalah Immawan Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19), keduanya adalah mahasiswa dari Universitas Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara.

Menanggapi kondisi ini, sejumlah advokat di Daerah Istimewa Yogyakarta kemudian mendeklarasikan dirinya kedalam Aliansi Advokat Muda Yogyakarta (A2MD).

Aliansi ini sengaja dibentuk dengan membawa misi kemanusiaan untuk melindungi dan memberikan bantuan hukum (Advokasi) terhadap para korban dugaan tindak kekerasan (represif) dari oknum aparat Kepolisian Republik Indonesia.

Khusus untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, A2MD sengaja dibentuk untuk mengantisipasi adanya tindakan kekerasan dari oknum aparat kepolisian terhadap para peserta aksi #GejayanMemanggil Jilid II yang diagendakan pada hari Senin 30 September 2019 di simpang Colombo, Gejayan, DIY.

A2MD sangat mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat atas penanganan aksi demonstrasi diberbagai daerah, dan menilai aparat kepolisian telah gagal dalam mengamankan aksi unjuk rasa, khusunya yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara.

A2MD juga mendesak Kapolri dan Panglima TNI agar segera mengusut tuntas kematian dua orang Mahasiswa dari Universitas Haluoleo tersebut, serta tegas menginstruksikan kepada aparat dibawahnya agar tidak melakukan hal-hal yang sifatnya represif terhadap masa aksi demonstrasi.

Kemudian A2MD juga meminta aparat kepolisian untuk segera membebaskan para peserta aksi yang saat ini masih ditahan.

Sebagai wujud nyata anti kekerasan, A2MD secara resmi telah membuka posko pengaduan dan pemberian bantuan hukum (advokasi) atas tindakan kekerasan dan kesewenang-wenangan oknum aparat kepolisian dalam penanganan aksi unjuk rasa dari berbagai daerah di Indonesia.

A2MD juga menghimbau kepada siapapun yang melihat adanya tindakan kekerasan atau menjadi korban agar segera mengadukannya, dengan
cara menghubungi via WA/Telp di +628111557725 / e-mail: a2mdhuman@gmail.com atau datang langsung ke kantor A2MD di JL. Garuda Gg. Derkuku No. 143, Depok