APLSI Dukung Pemerintah Memperkuat Kehandalan Sistem Transmisi dan Distribusi Kelistikan

Hukum Nusantara

KORANBOGoR/com,JAKARTA— Independent Power Producer (IPP) yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) menyatakan keprihatinan atas kejadian pemadaman listrik massal kemarin. APLSI berpandangan bahwa hal ini menjadi pelajaran berharga (leason learned) bagi semua stakeholders kelistrikan nasional.

“Ini pelajaran yang mahal dan berharga. Pasti ada beberapa aspek yang harus dibenahi segera, dan kami serius agar hal ini ditangani bersama-sama,” ujar Ketua Umum APLSI Arthur Simatupang di Jakarta dalam keterangannya menanggapi insiden pemadaman listrik secara massal di sebagian besar Pulau Jawa kemarin.

Arthur mengatakan, sebagai mitra strategis pemerintah, APLSI siap membantu PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), bila diperlukan, untuk berpartisipasi dalam mendukung pemerintah memperbaiki sistim transmisi dan distribusi kelistrikan nasional.

Menurut Arthur, dalam sistem transmisi dan distribusi kelistrikan nasional ada dua hal yang perlu dicermati untuk memperkuat kehandalan, yaitu modernisasi sistem dan pemeliharaan.

“Sistem transmisi tersebut perlu dijaga untuk menjamin investasi di kelistrikan. Sebagai mitra dari PLN, kita siap bekerjasama ikut meningkatkan kehandalan sistem transmisi agar kejadian kemarin tidak terulang kembali” pungkas Arthur.

Bukan Pembangkit

Sementara itu, APLSI juga mengklarifikasi, trigger penyebab pemadaman listrik kemarin bukan datang dari pembangkit listrik milik swasta atau IPP. Melainkan dari gangguan sistem transmisi dan distribusi serta gardu induk.

“Jadi, kami klarifikasi, bahwa penyebab pemadaman bukan dari pembangkit milik swasta,” ucap Arthur.

Dia mengatakan, seluruh pembangkit milik IPP di Pulau Jawa beroperasi seperti biasa. Sehingga pasokan listrik ke sistem distribusi dan transmisi PLN tetap terjamin dengan baik. 

Sebagaimana di berita-berita sebelumnya, penyebab listrik padam adalah gangguan pada gas turbin 1 sampai 6 di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilegon, Banten dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin di Cilegon. PLN kemudian meralat, penyebabnya terdapat pada gangguan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran-Pemalang.

Selama ini pasokan listrik di Jawa bagian Barat berasal dari tiga pembangkit, yakni pembangkit di Suralaya, Cilegon, dan Muara Karang, plus dari pembangkit di timur Jawa. SUTET Ungaran-Pemalang mengaliri listrik dari pembangkit dari timur Jawa Itu. Gangguan pada SUTET di dua tempat itu menyebabkan transfer listrik dari timur ke barat Pulau Jawa mengalami kegagalan. Kegagalan ini pada akhirnya menyebabkan gangguan di seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Pulau Jawa.(***)