Audit Lazismu DIY: Observasi Proses Pelayanan dan Manajerial

Featured Hukum

KORANBOGOR.com ,YOGYAKARTA– Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Daerah Istimewa Yogyakarta senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan yang diamanahi oleh umat.

Oleh karena itu, Lazismu DIY telah mempersiapkan dua audit sekaligus di tahun 2019 ini, yaitu audit keuangan (financial audit) dan audit kepatuhan syariah (compliance audit). 

Sebagai kantor perwakilan, Lazismu DIY ditunjuk oleh Lazismu Pusat untuk dapat melakukan audit bersama Lazismu Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. “Sehingga proses audit ini dapat dijadikan contoh bagi wilayah lain di Indonesia,” terang Misbahul Anwar,Bendahara Lazismu DIY, Kamis (1/8/2019).

Misbahul Anwar menambahkan, sebelumnya Lazismu Pusat telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo dan mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2018 yang lalu. 

Di samping itu, menurut Misbahul Anwar,audit KAP ini baru pertama kali dilakukan di lingkungan Lazismu DIY.

“Meskipun begitu kita harus senang dan tenang, namun matang dalam persiapan serta menjadikan audit sebagai sarana untuk belajar dan meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan,” papar Misbahul Anwar.

Soal hasil, kata Misbahul Anwar, percayakan sepenuhnya kepada tim KAP dari AR Utomo.

“Insya Allah tidak akan mengecewakan,” imbuhnya. Sementara itu, di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini Lazismu adalah satu-satunya Lembaga Amik Zakat (LAZ) yang diaudit oleh KAP di tingkat wilayah dan daerah.

Menurut Ketua Lazismu DIY, Cahyono, SAg, ini sebuah keistimewaan bagi Lazismu DIY dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi prinsip amanah serta upaya meningkatkan kepercayaan publik kepada Lazismu DIY.

“Sekaligus sebagai sarana untuk edukasi bagi kantor layanan Lazismu yang diaudit,” kata Cahyono.Meski demikian, Cahyono berharap bagi puluhan Kantor Layanan Lazismu (KLL) lain yang belum diaudit agar ke depannya dapat diaudit.

Dikatakan Cahyono, proses audit Lazismu DIY saat ini belum semua unsur dapat terlibat. Dan setidaknya ada 11 kantor layanan Lazismu yang telah siap untuk berpartisipasi, yaitu KLL Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, KLL Kota Yogyakarta, KLL Umbulharjo, KLL Kotagede, KLL Bantul Kota, KLL Pundong, KLL Arta Amanah, KLL Kabupaten Sleman, KLL Gamping, KLL Kabupaten Gunungkidul, dan KLL Patuk.Dan selama proses audit berlangsung, tim audit dari KAP AR Utomo direncanakan juga akan berkunjung ke sembilan kantor layanan Lazismu di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hal itu dalam rangka observasi proses pelayanan dan manajerial di kantor-kantor layanan tersebut. “Semoga semua proses berjalan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal,” pinta Cahyono. (Affan)