Boeing Akan Beri Ganti Rugi Rp 2 Miliar Kepada Masing-Masing Ahli Waris Korban Lion Air JT610

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, memastikan akan memberikan ganti rugi sekitar USD145 ribu atau setara Rp2 miliar kepada masing-masing ahli waris korban kecelakaan Lion Air penerbangan JT610 yang menewaskan 189 orang.

Perusahaan itu menyatakan bahwa mereka sudah menunjuk firma hukum Kenneth Feinberg dan Camille Biros untuk mendistribusikan total USD50 juta kepada ahli waris korban kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines.

“Dana sebesar US$S50 juta ini merupakan bantuan keuangan jangka pendek kepada ahli waris yang diperkirakan akan menerima US$145.000 per ahli waris dan hal ini di luar proses litigasi yang sedang berjalan,” demikian pernyataan KBRI di Washington DC setelah mendapatkan konfirmasi dari Boeing.

KBRI Washington pun menjelaskan, bahwa untuk memperoleh dana tersebut, ahli waris harus membuktikan Surat Keterangan Ahli Waris yang sah sesuai hukum nasional masing-masing negara.

Ahli waris dapat menerima dari Boeing Company dengan dua cara. Pertama, ahli waris dapat langsung menerima dari Kenneth Feinberg dan Camille Biros.

Selain itu, ahli waris juga bisa menunjuk pengacara untuk mewakili pengambilan kompensasi. Pengacara itu kemudian akan memberikan uang itu kepada ahli waris.

Secara keseluruhan, Boeing sebenarnya menyiapkan dana sebesar USD100 juta untuk santunan bagi korban dua kecelakaan yang melibatkan pesawat jenis 737 MAX 8 tersebut.

Sebagaimana dilansir Reuters, sisa anggaran yang disiapkan Boeing akan dibagikan ke pemerintah Indonesia dan Ethiopia serta sejumlah lembaga nirlaba untuk membantu keluarga korban.

Rentetan kecelakaan ini menjadi perhatian dunia karena melibatkan jenis pesawat yang sama dalam kurun waktu beberapa bulan.

Kecelakaan terbaru terjadi 10 Maret lalu, ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa. Insiden itu menewaskan seluruh 157 penumpang.

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis sama yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 189 penumpang serta awak yang diangkut. (red)