Covid-19 Meluas,Walikota Semarang Tutup Empat Ruas Jalan Protokol Lagi

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,SEMARANG-Setelah menutup lima ruas jalan protokol, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memutuskan untuk menutup empat ruas jalan lagi. Sehingga total ada sembilan ruas jalan yang ditutup di Kota Semarang dari pukul 18.00 sampai 06.00.

Empat ruas jalan tambahan yang ditutup sejak Selasa (7/4) adalah Jalan Tanjung, Jalan Dr Wahidin, Jalan Supriyadi, dan Jalan Basudewa.

Menurut Wali Kota langkah itu ditempuh untuk membatasi mobilitas warga Semarang dalam upaya mencegah penyebaran virus korona di Ibu Kota Jawa Tengah. Sebelumnya jalan protokol yang ditutup, yaitu sepanjang Jalan Pandanaran mulai Tugu Muda sampai Simpang Lima, sepanjang Jalan Pemuda mulai Mal Paragon sampai Tugu Muda, sepanjang Jalan Gajah Mada mulai Simpang Lima sampai Simpang Gendingan, sepanjang Jalan Pahlawan mulai bundaran air mancur tugu tunas sampai Simpang Lima, dan sepanjang jalan Achmad Yani mulai simpang RRI sampai Simpang Lima.

Pada tahap pertama penutupan jalan dilakukan mulai pukul 18.00 sore sampai 06.00 pagi. Adapun aturan penutupan jalan tersebut mulai ditegakkan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Kota Semarang.

Pemberlakukan aturan itu disebutkan akan terus dilakukan hingga potensi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Indonesia dapat teratasi.

Bahkan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menegaskan akan meningkatkan waktu penutupan jalan menjadi 24 jam, jika tidak kunjung ada perubahan perilaku masyarakat untuk membatasi aktivitas sementara waktu.

“Kami sangat mengharapkan kepada masyarakat untuk bisa jangan kemana-mana bila tidak ada keperluan yang mendesak, namun pantauan kami di lapangan masih cukup banyak masyarakat yang berjalan-jalan keliling Kota Semarang.

Kemudian selama seminggu ke depan akan kita evaluasi, kalau masih belum ada perubahan di masyarakat, kita akan tingkatkan menutup jalan protokol 24 jam penuh, dan kita tambah lagi jalan yang ditutup,” lanjutnya.

Evaluasi penutupan lima jalan sangat positif. ”Jalan-jalan jadi sepi, dampak PKL juga sepi, cuman di daerah pinggiran, masih tetap ramai, kami putuskan tambah empat lagi. Ini serius, kalau tidak berpennarug, seminggu lagi tambah lagi jalan yang ditutup,” tandas Hendi.

Empat jalan yang ditutup itu, menurut dia, termasuk ramai. Tetapi warga sekitar nasih bisa lewat jalan lain.

”Minimalkan masyarakat luar yang lewat jalan itu. Kalau akses jalan semakin susah, sehingga mereka tetap di rumah,” harap Wali Kota.(Red)