Damas Afrianur SH,Proses sidang kasus penipuan penggelapan di PN Tasikmalaya,diduga melangar KUHAP

Hukum

KORANBOGOR.com, TASIKMALAYA -Mendekati masa pledoi, Diduga kasus penipuan penggelapan terhadap PAN terkesan dipaksakan oleh Pengadilan Negeri Tasikmalaya. Damas SH, Hakim pengadilan negeri tasikmalaya diduga melanggar KUHAP pasal 160 ayat 1 hurup C, karena tidak menghadirkan beberapa orang  saksi yang ada dalam berkas perkara.

Sementara, istri PAN meminta majelis hakim pengadilan negeri tasikmalaya, melalui penasehat hukumnya, agar dilaporkan ke komisi yudisial bila saksi lainya tidak bisa dihadirkan dalam persidangan.(30/9/2019)

“ Intrupsi dalam jalanya sidang yang dilakukan oleh penasehat hukum terdakwa PAN kepada ketua majelis hakim, ditolak karena alasan apabila jaksa menyatakan sudah cukup untuk melakukan penuntutan, maka saksi bisa tidak dihadirkan,” tutur Damas menirukan bahasa yang dikatakan oleh ketua majelis hakim pengadilan negeri Tasikmalaya didalam persidangan, padahal itu tidak sesuai dengan yang diamanahkan KUHAP pasal 160 ayat 1 hurup C, yang mana majelis hakim berkewajiban mendengarkan seluruh keterangan saksi, baik memberatkan ataupun meringan terdakwa, baik berada diberkas perkara ataupun saksi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dan atau penasehat hukum terdakwa yang tidak terdapat dalam berkas perkara.

“ Berdasarkan pernyataan ketua majelis hakim pengadilan negeri tasikmalaya mengatakan,” didalam persidangan bahwa berita acara pemeriksaan (BAP) dari penyidik kepolisian Resor Tasikmalaya Kota terlalu melebar,” kata Damas Afrianur SH didampingi Agoes Rajasa Siadari SH (penasehat hukum terdakwa PAN) saat dikomfirmasi koranbogor.com di depan Pengadilan Negeri Tasikmalaya.

Damas menuturkan,” saya juga heran, kenapa hasil pemeriksaan perkara dari penyidik kepolisian resort tasikmalaya kota, ko dinyatakan terlalu melebar?...” seharusnya tujuan dari persidangan pidana adalah untuk mencari kebenaran materiil dan haruslah mendapatkan sumber yang seluas-luasnya, buat mendapatkan kebenaran materil dimaksud, jangan sampai majelis hakim menghukum orang yang tidak bersalah dan atau menjatuhkan putusan yang salah, kan repot jadinya bagi kita sebagai para pencari keadilan.”tambahnya.

Ditempat yang sama saat dikomfirmasi, di depan pengadilan negeri Tasikmlaya, Jawa Barat, Jl. Siliwangi no 18 Kota Tasikmalaya, istri PAN yaitu Mal terlihat sedih dan kecewa terhadap jalannya sidang suaminya yaitu PAN, yang terkesan tidak dihadirkannya saksi yang berhubungan langsung dengan suaminya alias PAN.

“ Saya kecewa dengan jalanya proses persidangan suami saya, karena tidak dihadirkanya saksi yang berhubungan langsung dengan suami saya.”

Sehingga saya khawatir tidak terungkap secara maksimal, benar atau salahnya suami saya dalam perkara ini.” bilamana tidak menghadirkan beberapa orang  saksi yang ada dalam berkas perkara melalui penasehat hukum terdakwa PAN, mal istri PAN meminta agar dilaporkan ke komisi yudisial ”

Saya juga merasa sedih melihat seakan suami saya itu, dipaksa mengaku sebagai penipu oleh ketua majelis hakim, padahal suami saya mau menjelaskan, akan tetapi selalu dipotong pembicaraanya oleh ketua majelis hakim.”jelasnya. (red/