Dokter Gigi Gadungan Diamankan Polda Metro Jaya

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Dokter Gigi gadungan dengan inisial ADS (25) berhasil di amankan Subdit III Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Dalam live streamingnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan tersangka ADS membuka praktek di dokter gigi di klinik yang beralamat di Jalan Pulau Timor 1 No. 24 RT.03/RW.09, Perumnas III, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Pelaku sudah membuka paktek gigi sejak 2018, dan per hari bisa meraup Rp 300-400 ribu”, ujar Kombes Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/08/2020).

Terlebih lagi, ia juga menggunakan peralatan Dental Chair atau Dental Unit lengkap yang harganya memang relatif mahal. Inisial ADS, kata Kombes Yusri, juga terang-terangan berpraktik kedokteran gigi menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan bagi masyarakat seolah-olah dokter yang teregistrasi.

Berawal informasi masyarakat muncul pada akhir Juli 2020, antara lain di media sosial. Tim Sumdaling Ditkrimsus lantas menindaklanjutinya, antara lain dengan menyamar sebagai calon pasien.

“Pada 4 Agustus 2020 Tim melakukan undercover (penyamaran), masuk ke klinik sebagai pasien dan menerima tindakan berupa scalling (pembersihan karang) dan tambal gigi.

Selanjutnya petugas Subdit III Sumdaling bersama dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi, melakukan penindakan terhadap pelaku”, ungkap Kombes Yusri.

Setelah memeriksa tempat praktik ADS, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti. Antara lain perlengkapan praktik dokter gigi, aneka sediaan farmasi (obat-obatan) untuk melayani pasien di Klinik Antoni Dental Care.

“Juga atribut dokter, seperti baju dokter yang dibordir nama Drg. ADS serta memasang foto di media sosial ketika melakukan tindakan kedokteran untuk meyakinkan warga dan pasien”, imbuhnya.

Polisi juga telah menelusuri bahwa ADS, memang pernah menjadi asiten dokter gigi di beberapa klinik kedokteran gigi.

Namun tersangka tidak pernah kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi, tidak memiliki Surat Tanda Registrasi Dokter dari Konsil Kedokteran Indonesia, dan tidak memiliki Surat Izin Praktik dokter gigi dari PDGI.

Atas perbuatannya tersangka ADS di jerat ADS dengan Pasal 77 jo Pasal 73 ayat (1) dan atau Pasal 78 jo Pasal 73 ayat (2) Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Ia terancam pidana penjara paling lama lima tahun. ( OCO)