Erick Thohir Kaget,Ex Direktur Garuda Indonesia Punya 4 Hingga 8 Jabatan Komisaris

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku kaget saat mengetahui para eks direksi Garuda Indonesia rangkap jabatan 4 sampai 8 posisi komisaris di anak hingga cicit usaha perusahaan pelat merah tersebut.

Erick mengaku tengah meninjau kembali peraturan di Kementerian BUMN mengenai rangkap jabatan tersebut, untuk mengetahui apakah itu sudah sesuai ketentuan atau tidak.

Meski demikian, dia menekankan secara etika tidak seharusnya seorang direksi rangkap jabatan komisaris di banyak perusahaan. Dia bilang, baiknya hanya menjadi komisaris di 2 anak hingga cicit perusahaan.

“Saya kaget, ketika ada direksi yang menjabat komisaris di banyak perusahaan. Memang saya belum aturan Kementerian BUMN, ini akan saya review dulu, tapi secara etika mestinya kalau sudah menjabat jadi direktur utama ya itu maksimal menjadi komisaris di 2 perusahaan,” ujar Erick saat ditemui di Gedung Ditjen Pajak Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Tak hanya itu, secara etika seharusnya direksi yang rangkap jabatan sebagai komisaris, besaran gajinya sebagai komisaris tak bisa lebih tinggi dari gaji jabatannya sebagai direksi. Menurut perkiraan Erick, seharusnya gaji komisaris yang diterima sebesar 30% dari gaji sebagai direksi.

“Kalau enggak begitu pada akhirnya malah menimbulkan semua direksi berlomba-lomba jadi komisaris juga. Ini yang enggak saya suka,” katanya.

Oleh sebab itu, Erick mengaku akan melakukan peninjauan kembali terkait peraturan pembentukan anak hingga cicit perusahaan dan sistem rangkap jabatan di BUMN. Bila diperlukan, maka akan dibuat aturan baru terkait rangkap jabatan tersebut.

“Saya review dulu aturannya, kalau enggak kami buat aturannya. Karena menurut saya itu sesuatu yang tidak sehat, masak sudah jadi dirut masih jadi komisaris di banyak perusahaan,” kata dia.

Sebelumnya, diketahui 5 eks direksi Garuda Indonesia yang dicopot karena keterlibatan dalam penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson, ternyata merangkap jabatan sebagai komisaris di banyak anak hingga cicit perusahaan.

Terdiri dari Ari Askhara yakni mantan Direktur Utama menjabat komisaris di 6 perusahaan dan Bambang Adisurya Angkasa, mantan Direktur Operasi menjabat komisaris di 4 perusahaan.

Lalu Mohammad Iqbal uang merupakan mantan Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha ternyata menjabat komisaris di 5 perusahaan.

Iwan Joeniarto yakni mantan Direktur Teknik dan Layanan menjabat komisaris di 6 perusahaan, serta Heri Akhyar merupakan mantan Direktur Human Capital menjabat komisaris di 8 perusahaan.

Adapun berdasarkan keterangan dalam surat dengan nomor GARUDA/DEKOM-102/2019 tertulis bahwa direksi sementara Garuda Indonesia yang saat ini ditunjuk Kementerian BUMN diminta untuk memberhentikan 5 eks direksi tersebut dari jabatan komisaris di sejumlah anak hingga cicit perusahaan. (Red)