Guru Matematika SMP Muhammadiyah Godean dan Gamping Latihan Buat Soal HOTS

Hukum Kampus Kita

KORANBOGOR.com,SLEMAN — Tim dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, yaitu: Syariful Fahmi, M.Pd dan Rima Aksen Cahdriyana, M.Pd, mengadakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) berupa pelatihan pembuatan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi guru-guru matematika di SMP Muhammadiyah Godean dan SMP Muhammadiyah Gamping, Sleman.

Kegiatan PPM dosen Program Studi Pendidikan Matematika UAD Yogyakarta telah dilaksanakan pada tanggal 23 – 24 Agustus 2019 bertempat di laboratorium SMP Muhammadiyah Gamping, Sleman.

Materi yang diberikan meliputi pelatihan pengembangan konsep dasar matematika dengan menggunakan Microsoft mathematics dan pelatihan pengembangan soal dengan menggunakan math worksheet generator.

Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Gamping, Umi Rochmiyati, S.Pd, yang mengatakan pembelajaran matematika berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) merupakan pembelajaran yang sedang trend akhir-akhir ini.

“Sehingga guru-guru sebagai pelaksana di lapangan diharuskan memiliki kemampuan untuk mengembangkan soal HOTS, khususnya mata pelajaran matematika,” kata Umi Rochmiyati.

Hal itu didasarkan dari data yang menyatakan bahwa 40 persen siswa merasa kesulitan menjawab soal yang bersifat HOTS. Pengembangan soal HOTS berbasis aplikasi teknologi, dikatakan Umi, merupakan hal penting. “Juga mengingat pesatnya perkembangan teknologi komputer,” tandas Umi.

Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, kita dapat mengembangkan pembelajaran matematika yang inovatif. “Tetapi tetap berbasis HOTS,” kata Syariful fahmi, M.Pd, didampingi Rima Aksen Cahdriyana, M.Pd, Jum’at (15/11/2019).

Tim PPM dari UAD Yogyakarta menjelaskan, pengembangan soal berbasis HOTS dengan menggunakan aplikasi math worksheet generator (https://www.mathgoodies.com/worksheets/gene) dan Microsoft mathematics, penting untuk diikuti oleh guru.

Karena pada Microsoft mathematics menekankan pada konsep-konsep dasar matematika, sedangkan untuk math worksheet generator untuk konsep-konsep lanjut di matematika.

Bagi Rima Aksen Cahdriyana, M.Pd, melalui math worksheet generator, kegiatan itu memungkinkan siswa dan guru membuat lembar kerja matematika secara mandiri, hanya dalam beberapa menit.

Setiap lembar kerja yang dibuat adalah lembar kerja yang interaktif, dengan timer dan skor instan, dengan jumlah lembar kerja kustom yang tidak terbatas dari berbagai macam topik yang ada dalam matematika.

Selain itu, tim PPM UAD Yogyakarta juga menjelaskan agar siswa dapat mengerjakan soal-soal yang bersifat HOTS, maka siswa harus memahami terlebih dahulu konsep-konsep matematika dari konsep dasar hingga konsep lanjut.

“Sehingga ketika soal dibuat atau direkayasa sedemikan rupa, siswa tidak akan bingung atau merasa kesulitan dalam menjawab soal karena sudah mempunyai konsep matematika yang matang,” tandas Rima Aksen Cahdriyana.

(Affan)