Ilham Habibie: Sektor Properti Indonesia Bisa Pulih Tahun Depan Berkat UU Cipta Kerja

Bisnis Hukum Wisata

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Undang-undang (UU) Cipta Kerja khususnya dalam pasal-pasal terkait sektor pertanahan sempat menuai polemik karena banyak yang beranggapan ada keberpihakan terhadap para pemilik modal atau investor dibandingkan masyarakat pemilik lahan.

Namun sebaliknya, justru yang diberikan UU Cipta Kerja adalah kepastian hukum baik kepada masyarakat maupun investornya.

Selaras dengan pernyataan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida, Ilham Akbar Habibie selaku Presiden Komisaris Pollux Habibie International turut mengapresiasi Rancangan Peraturan Pelaksana (RPP) UU Nomor 11/2020, Kementerian ATR/BPN, dimana RPP Penataan Ruang RDTR digital didesain compatible dengan Online Single Submission pada Bank Tanah yang menjamin ketersediaan tanah untuk pembangunan kawasan perumahan dan pemukiman.

“Dengan ini tentu industri sektor properti akhirnya mendapatkan sebuah harapan lagi setelah kemarin terdampak cukup keras akibat pandemi.

Kini baik investor maupun masyarakat dapat merasa lebih aman ketika ingin membangun atau membeli hunian.

Tentunya kita sebagai pelaku usaha juga berharap situasi dapat cepat pulih kembali,” ujar Ilham Habibie pada keterangannya di Jakarta (4/12/2020).

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A Djalil sebelumnya sempat mengatakan lama dan mahalnya proses perizinan pemanfaatan tanah membuat para pengusaha kesulitan, apalagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka UU Cipta Kerja menjadi solusi yang menguntungkan banyak pihak.

“Persoalan tanah ini bisa dibilang menjadi hal paling krusial namun paling banyak permasalahan dalam pengurusannya, tidak memandang pengusaha, investor, maupun masyarakat.

Prosesnya lama, berbelit, dan tidak jarang tersendat karena pungli, dan hadirnya UU Cipta Kerja akan semakin meminimalisir terjadinya masalah-masalah tersebut,” tambah Ilham.

Ilham Habibie sendiri saat ini bersama PT Pollux Properti Indonesia Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. sebagai main contractor tengah membangun proyek mega superblok bertajuk Meisterstadt atau Pollux Habibie di kawasan Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau.

Proyek ini berangkat dari ambisi presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie untuk mewujudkan Batam sebagai kota maju dan terdepan di Indonesia.

“Bapak memiliki cita-cita kelak Indonesia, khususnya Batam dapat bersaing dengan Singapura baik dalam hal wisata, teknologi, maupun infrastruktur.

Saya dengan rasa bangga akan dengan serius meneruskan dan mewujudkan impian Bapak, karena Bapak sangat cinta dengan Indonesia dan ingin menarik mata seluruh dunia lewat Batam,” lanjut Ilham.

Suryo Atmanto selaku Direktur Utama PT Pollux Indonesia menambahkan bahwa sebagai pengembang nasional, proyek ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada negara Indonesia.

Untuk itu teknologi Integrated Vertical City dari Jerman yang disematkan pada Meisterstadt merupakan ide BJ Habibie sendiri.

Teknologi ini mengedepankan konsep ramah lingkungan sekaligus memperhatikan faktor human sentrik.

“Pollux Habibie Financial Center & International Hotel yang memiliki tinggi hingga 350 meter ini akan menjadikan Meisterstadt sebagai ikon baru kota Batam sekaligus Indonesia.

Tingginya hampir dua kali lipat dari Marina Bay Sands Singapura. Rumah sakit keinginan dari almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie juga akan dibangun dan dibuat setaraf dengan Mount Elizabeth Hospital Orchard yang ada di Singapura,” pungkas Suryo.

Sebagai informasi, pembangunan superblok Meisterstadt berdiri di atas luas lahan sebesar 9 hektar (ha).

Superblok terintegrasi pertama di Batam yang tengah memasuki tahap pembangunan phase 2 ini terdiri atas 11 gedung pencakar langit yang diantaranya delapan menara apartemen dengan total 6.500 unit, hotel, rumah sakit internasional, menara perkantoran, mall, pertokoan, dan universitas.

Caption Foto: Proyek Superblok Meisterstadt Batam yang dibangun oleh Keluarga Habibie bersama PT Pollux Properti Indonesia Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) dengan mengadopsi konsep teknologi integrated vertical city dari Jerman