Istana Berterimakasih Kepada SBY Terkait Info Soal Asuransi Jiwasraya

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Istana kepresidenan merespons positif pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai persoalan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui surat yang diunggah di Facebook. Pihak istana berterima kasih kepada SBY karena telah memberikan informasi beserta saran hingga kritik.

“Sampai hari ini kami ucapkan terima kasih saja. Apapun yang disampaikan pihak luar itu betul-betul jadi masukan,” kata Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, Rabu (29/1/2020).

Ia mengatakan, semua informasi, saran, dan kritik yang disampaikan kepada pemerintah adalah bukti bahwa ada demokrasi di Indonesia. Menurutnya, tak ada pihak yang akan diperlakukan buruk jika memberikan kritik kepada pemerintah.

“Terhadap SBY dan pihak mana pun kami ucapkan terima kasih. Ini artinya demokrasi bekerja di Indonesia,” ujarnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Sebelumnya, SBY mengaku dijadikan salah satu tokoh yang ditargetkan untuk dijatuhkan dalam usulan pembentukan panitia khusus (pansus) Jiwasraya. Informasi itu ia unggah di laman Facebook-nya dengan tajuk ‘Penyelesaian Kasus Jiwasraya Akan Selamatkan Negara dari Krisis yang Lebih Besar.’

Menurut informasi yang diperolehnya, di kalangan DPR mulai membicarakan desakan untuk membentuk pansus agar kasus Jiwasraya segera diselidiki dan diselesaikan. Katanya, mereka yang menggebu-gebu membuat pansus berasal dari partai koalisi.

“Ketika saya gali lebih lanjut mengapa ada pihak yang semula ingin ada pansus, saya lebih terperanjat lagi. Alasannya sungguh membuat saya geleng kepala,” tulis SBY.

Menurut SBY, rencana pembentukan pansus sebenarnya bertujuan untuk menjatuhkan sejumlah tokoh. Mereka adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Sri Mulyani.

“Ada yang ‘dibidik dan harus jatuh’ dalam kasus Jiwasraya ini. Menteri BUMN yang lama, Rini Soemarno harus kena. Menteri yang sekarang Erick Thohir harus diganti. Menteri Keuangan Sri Mulyani harus bertanggung jawab. Presiden Jokowi juga harus dikaitkan,” kata SBY.

Sebagai informasi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan ada dugaan korupsi di tubuh Jiwasraya. Sejauh ini, lembaga itu telah menangkap lima orang tersangka terkait dugaan korupsi tersebut.

Mereka adalah mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo. Kemudian, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral Heru Hidayat.(Red)