JOKOWI JUMPA PRABOWO : Ketum HIPMI Optimistis Investor Tak Wait and See Lagi

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA—Presiden terpilih Joko Widodo akhirnya bertemu dengan rivalnya Prabowo Subianto akhir pekan ini di Jakarta. Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia menyambut baik pertemuan tersebut.

“Kita dari dunia usaha menyambut baik. Kita optimistis investor tidak lagi wait and see lagi,” ujar Bahlil di Jakarta hari ini.  

Bahlil mengatakan, pertemuan tersebut menimbulkan konfiden yang besar di kalangan dunia usaha dan pasar. Sebab itu, dia optimis pertemuan itu akan membawa sentimen positif di pasar saham dan nilai tukar pekan depan. “Investor dan pasar kan lihat bahwa ternyata politik kita sudah matang. Demokrasi kita juga sudah proven,” ucap dia.

Bahlil optimistis investor akan memiliki keyakinan yang kuat untuk masuk dan berinvestasi ke Indonesia. Selama ini, investor masih menunggu menyusul lamanya Pilpres dan tahap-tahapannya sejak tahun lalu.

HIPMI memuji kenegarawanan kedua pemimpin sehingga situasi menjadi lebih adem dan kondusif.

Sebagaimana diketahui, pertemuan antara presiden juga calon presiden terpilih, Joko Widodo atau Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto digelar kemarin, Sabtu (13/7/2019).

Selain naik MRT bareng, keduanya juga santap siang di Sate Khas Senayan, FX Sudirman.

Bahlil mengatakan, timing pertemuan keduanya sangat tepat dan belum terlambat. Sebab, tahap-tahapan pemilu sudah selesai.

Secara resmi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan Presiden terpilih 2019-2024. “Timing-nya sudah tepat. Belum terlambat.

Apalagi hari Presiden Jokowi akan menyampaikan pidatonya tentang visi Indonesia ke depan,” ucap dia.

Bahlil mengatakan, agar investor dan pasar sepenuhnya optimistis, berbagai perbaikan regulasi dan iklim usaha harus secara mendasar dilakukan perbaikan.

“Kita hadapi masalah current account deficit (CAD), sebagai cerminan belum produktifnya industri didalam negeri. Produksi migas kita rendah. Kemandirian energi masih lemah. Akibatnya kita sangat tergantung pada impor, sehingga CAD kita tinggi,” ucap dia.

Agenda Ekonomi

Sebab itu, Bahlil meminta semua pihak meninggalkan agenda-agenda dan  bergeser, bagaimana mengurus ekonomi yang demokratis. “Jadi, kita mesti siap bergerak dari agenda demokrasi politik ke agenda demokrasi ekonomi. Jangan politik terus. Mari kita bangun bangsa sama-sama,” tukas Bahlil.

Sebagaimana diketahui asangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin ditetapkan menjadi pemenang Pilpres 2019. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi Ma’ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239. Hasil pilpres itu ditetapkan dalam keputusan nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN). (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.