Kabareskrim Minta Satgas Gakkum Operasi Aman Nusa II Polri Awasi Bansos Jangan Ada Potongan Di Daerah

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kepala Bareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Satgas V Gakkum Operasi Aman Nusa II Polri untuk menjalankan arahan Presiden Joko Widodo tentang pemutusan mata rantai penularan Covid-19.

“Saya minta awasi secara ketat klaster pekerja migran, rembesan pemudik dan industri yang berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19,” kata Listyo kepada wartawan, Kamis (7/5).

Selain itu, Listyo juga meminta Tim Satgas V Gakkum Operasi Aman Nusa II Polri membantu pemerintah mengawasi pelaksanaan pemberian bantuan sosial (bansos) di berbagai daerah.

Tujuannya agar tidak terjadi pemotongan dana hingga tidak sampainya bansos kepada masyarakat,” tambah Listyo.

Mantan Kapolresta Surakarta itu menegaskan, hal terpenting yang harus diantisipasi adalah oknum atau kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi pandemi corona untuk berkampanye melalui bansos dan lainnya akibat mundurnya pelaksanaan Pilkada 2020.

Listyo juga mengingatkan potensi peredaran hoaks. “Tindak tegas pelaku hoaks yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas,” sambung polisi yang pernah menjadi ajudan Presiden RI itu.

Sementara Ketua Satgas V Gakkum Operasi Aman Nusa II Polri Brigjen Ferdy Sambo menambahkan, pihaknya ikut memperketat pengawasan jalur-jalur tikus untuk mencegah masyarakat yang ingin mudik. Sebab, pemerintah telah melarang mudik untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kami waspadai jalur tikus dan penyelundupan pemudik serta memperketat pengamanan menjelang lebaran. Pada 8-31 Mei kepada pelanggar bisa dikenakan sanksi selain putar balik, yakni denda atau kurungan penjara 1 tahun,” ujarnya.

Ferdy menambahkan, Satgas V Gakkum Polri juga telah melakukan berbagai kegiatan selama masa pandemi Covid-19. Ada subsatgas yang memantau kegiatan ekonomi.

“Monitoring bahan pokok ada 16.972 kegiatan, pengawasan alat kesehatan ada 4.116 kegiatan, dan penindakan sebanyak 19 kegiatan. Totalnya 30.467 kegiatan,” sebut Ferdy.

Selanjutnya, kata Ferdy, pihaknya juga melakukan upaya pencegahan atas penyebaran corona di tengah masyarakat.

“Total ada 696.253 kegiatan, yakni mengimbau 364.892 kegiatan, pembubaran ada 331.308 kegiatan, dan penindakan 53 kegiatan,” tandas Ferdy.(Red)