Kapolri : 45 Ribu Personil Kepolisian Siap Amankan Penetapan Presiden Terpilih

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Setelah Majelis Hakim Mahakamah Konstitusi (MK) rampung menggelar sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pilpres 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadwalkan penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Minggu (30/6) mendatang. Kubu 01 dan 02 telah diminta untuk hadir dalam proses ini.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya sudah menyiapkan pengamanan hingga hari penetapan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya aksi unjuk rasa seperti yang terjadi selama proses sengketa berlangsung.

“Sampai hari ini Polri dan TNI siaga, total hampir 45 ribu personel. Menurut saya sudah cukup aman, kami hindari adanya upaya paksa kekerasan,” ucap Tito di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/6).

Pengamanan akan dilakukan untuk menjaga keselamatan Komisioner KPU. Begitu juga untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. Tito menyampaikan aparat tidak ingin melakukan tindak kekerasan kepada warga negara kecuali pihak itu melanggar hukum.

“We are not fighting criminal, but we are fighting the crime. Kami tidak berhadapan menindak orangnya, yang kami tindak perbuatannya jika dia melanggar hukum,” sambungnya.

Untuk itu, Mantan Kapolda Metro Jaya ini meminta agar masyarakat menolak segala bentuk kerusuhan. Serta tidak terpancing oleh provokator perusuh. Ia juga berharap agar tidak ada lagi mobilisasi massa lantaran kegiatan itu akan rawan ditunggangi oleh pihak yang tak bertanggung jawab seperti aksi rusuh 21-22 Mei lalu.

“Aksi inkonstitusional kami anggap aksi ilegal, melanggar hukum dan pasti kami akan lakukan tindakan tegas,” pungkas Tito.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung memberikan pernyataan pers usai adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK), terkait permohonan gugatan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Isinya menegaskan bahwa lembaga yang dipimpin oleh Arief Budiman itu akan menggelar rapat pleno terbuka pada Minggu 30 Juni 2019.

“Rapat pleno terbuka itu untuk penetapan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Capres dan Cawapres ‎terpilih di Pilpres 2019,” ujar Arief di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (27/6).

Arief mengatakan, dalam penetapan Capres dan Cawapres tersebut, KPU menggundang Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jokowi-Ma’ruf Amin, partai pol‎itik dan pasangan Prabowo-Sandi.

“Kemudian kami tentu akan mengundang peserta pemilu dalam hal paslon 01 da‎an 02 parpol peserta pemilu dan teman-teman pemantau NGO di bidang kepemiluan,” kaganya.

Undangan untuk masing-masing paslon juga diberikan sebanyak 20 buah. Rencananya Jumat (28/6) KPU akan mendistribusikan undangan tersebut. Sehingga KPU berharap pihak-pihak yang diundang bisa datang termasuk pasangan Prabowo-Sandi ,(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.