Karena Nekad Gelar Dangdutan,Ketua DPRD Kota Tegal Bersama Keluarga Jalani Test Swab

Hukum

KORANBOGOR.com,TEGAL-Dinas Kesehatan Kota Tegal, Jawa Tengah melakukan tes swab terhadap Wasmad Edi Susilo dan keluarganya setelah Wakil Ketua DPRD setempat itu menggelar hajatan dan konser dangdut di tengah pandemi Covid-19. Tes swab juga akan dilakukan terhadap tamu undangan hajatan.

Tes swab dilakukan petugas Dinas Kesehatan dan Puskesmas Bandung yang mendatangi rumah Wasmad di Kelurahan Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Jumat (25/9). Mereka melakukan pengambilan sampel swab terhadap Wasmad dan lima orang anggota keluarganya.

Kepala Puskemas Bandung, Destina Diah Astuti mengatakan, tes swab dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 setelah Wasmad menggelar hajatan dan konser dangdut.

“Ini permintaan Dinas Kesehatan untuk melakukan tracking keluarga Wakil Ketua DPRD Kota Tegal setelah kemarin sempat viral acara hajatan dan konser dangdut,” kata Destina.

Menurut Destina, pengambilan sampel swab dilakukan dengan dua metode. Yakni rapid antigen dan polymerase chain reaction (PCR).

“Untuk hasil pemeriksaannya, perkiraan baru bisa diketahui setelah lima sampai tujuh hari,” ujarnya.

Destina mengatakan, terdapat enam orang yang dilakukan pengambilan sampel swab. Terdiri dari Wasmad, istri, tiga anak, dan satu menantu.

“Untuk tamu undangan yang hadir di hajatan, nanti menunggu hasil swab ini. Mudah-mudahan semua negatif. Tapi sekiranya ada yang hasilnya positif, maka kami lakan akukan tracking tamu undangan,” jelasnya.

Sementara itu, Wasmad Edi Susilo mengatakan, tes swab dilakukan atas permintaan Dinas Kesehatan dan dirinya selaku tuan rumah hajatan.

“Ini dilakukan agar masyarakat, utamanya tamu undangan yang hadir merasa tenang. Jadi diawali saya selaku tuan rumah hajatan. Mudah-mudahan hasilnya aman,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, hajatan dan konser dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo di Lapangan Kecamatan Tegal Selatan pada Rabu (23/9) viral dan menuai sorotan karena digelar di tengah pandemi Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang juga mengetahui digelarnya acara tersebut bahkan langsung menegur Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono dan meminta dilakukan pemberian sanksi jika melanggar protokol kesehatan. (Red)