Kejagung Kembali Tahan Tersangka Korupsi Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim

0
97

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kejaksaan Agung kembali menahan tersangka terkait kasus dugaan korupsi Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim tahun 2011-2016 yang merugikan negara Rp 175 Milliar.

Kali ini yang ditahan penyidik adalah DB, Komisaris PT Strategi Management Service. Tersangka DB ditahan setelah diperiksa di gedung Bundar Jampidsus, Kejagung, Jakarta Selasa (4/12/2018).

“Penahanan dilakukan penyidik untuk mempercepat proses penyidikan,” ujar Dr Mukri, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung.

Menurut Mukri, penahanan dilakukan karena dikahwatirkan tersangka mengulangi tindak pidana, mempengaruhi saksi dan merusak barang bukti yang dapat menghambat proses penyidikan.

Sebelumnya Kejagung telah menahan lima tersangka yaitu

1. Direktur Utama Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim, Ezrina Aziz.

2. Direktur Investasi Dapen PT Pupuk Kaltim berinisial ZB,

3. Dirut PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) atau Komisaris PT Anugrah Prataman Internasional (API), ACK,

4. Direktur PT Bukit Inn Resort (IBR), IBS

5. DL Dirut PT API atau Komisaris PT DAJK.

Kasus ini berawal dana pensiun PT.Pupuk Kalimantan Timur (DP-PKT) dengan PT. Anugerah Pratama Internasional (PT. API) dan PT.Strategis Management (PT. SMS) telah melakukan perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham PT.Dwi Aneka Jaya Kemasindo (PT. DAJK) dan PT.Eurekaa Prima Jakarta (LCGP) yang dapat dikategorikan sebagai repurchase agreement (repo) dimana pembelian repo bertentangan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 199/PMK-010/2008 tentang Investasi dana pensiun.

Bahwa akibat dari transaksi repo,Dana Pensiun PT.Pupuk Kalimantan Timur mengalami kerugian diperkirakan sebesar Rp. 229.883.141.293 yang tidak bisa dikembalikan oleh PT. Anugerah Pratama Internasional dan PT. Strategis Management.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here