Kejagung Tahan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Banjir Kota Manado Th 2014

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah penanggulangan banjir di Kota Manado, Sulawesi Utara tahun 2014, Senin (6/1/2020). Keempat tersangka, yakni NJT selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pemkot Manado, FDS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemkot Manado serta dua orang swasta berinisial YSR dan AYH terlihat masuk ke mobil tahanan Kejagung sekitar pukul 18.57 WIB.

“Keempatnya sekarang ditahan,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Adi Toegarisman di Gedung Bundar, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Adi menjelaskan, kasus ini berkaitan dengan banjir yang melanda Kota Manado tahun 2014 silam. Saat itu, Pemkot Manado mendapat bantuan dana hibah dari pemerintah pusat sekitar Rp 200 miliar.

Dana hibah tersebut masuk dalam anggaran Pemkot Manado tahun 2015 untuk rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman yang rusak. “Dari Rp 200 miliar itu ada Rp 14 miliar dana pendampingan konsultan manajemen untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pemukiman,” kata Adi Toegarisman.

Dalam kontrak dengan manajemen konsultan, terdapat sekitar 2.000 rumah yang direhabilitasi dan direkonstruksi. Namun, dalam realisasinya hanya 1.000 rumah yang diperbaiki.

Akibatnya, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp 6 miliar. “Jadi ada yang fiktif sehingga kerugian negaranya itu Rp 6 miliar. Bukan jumlahnya tapi dalam rangka untuk bantuan bencana banjir itu yang diselewengkan. Ini yang jadi perhatian kita,” kata Adi Toegarisman.

Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Wali Kota Manado Vicky Lumentut. Adi mengatakan, tak tertutup kemungkinan tim penyidik bakal kembali memeriksa Vicky.

“Kan sudah dipanggil sebagai saksi. Nanti lihat perkembangan,” kata Adi Toegarisman. (Red)