Korban Obat Kadaluarsa di Depok,Sering Merasakan Mual dan Pusing

Hukum

KORANBOGOR.COM.DEPOK. Warga Sukamaju, Depok, Jawa Barat, menjadi korban obat Kadaluarsa yang diberikan oleh Puskesmas (09/09).

Kejadian berawal ketika Nur Isti yang divonis dokter menderita penyakit paru oleh dokter, dirinya harus menyuntikan obat setiap harinya yang diberikan oleh oknum petugas Puskesmas yang tak jauh dari rumahnya.

Kemarin (08/09) Puskesmas tutup, Isti ke Klinik di kawasan Jl.Raya Bogor didepan perumahannya, tak disangka dokter yang akan menyuntik Isti mengatakan bahwa obat Paru yang dibawanya sudah Kadaluarsa, dilabel botol tertera bulan 7, tahun 2019.

“Saya tadinya tidak curiga kalau obat yang di suntikan selama ini sudah

kedarluwarsa dokter angkat tangan tidak berani suntik karena sudah tidak layak saya taunya itu hari sabtu kemaren,” katanya kepada wartawan, Minggu (08/09/2019)

Benar saja, dokter klinik mencari sisa botol di tempat sampah dan menemukan obat memang sudah melewati batas bulan yang diijinkan.

“Saya kaget dok jadi selama ini saya di suntik dengan obat kedarluwarsa kemudian dokter Rahma coba cari di tong sampah dan ketemu ternyata memang sudah kedarluawarsa karena saya di suntik hari sabtu dan minggu,”paparnya.

Usai disuntik beberapa minggu lalu,Isti mengeluhkan setelah mendapatkan suntikan kedalam tubuhnya hal yang pertama di rasakan adalah mual dan sakit kepala yang hebat bahkan selama dua minggu keringat dingin selalu keluar dan mata berkunang-kunang.

“Saya merasakan perubahan itu 2 minggu mas bukan membaik ini malah memburuk mata juga tidak bisa di buka karena saya kalau lihat orang pusing,”ujarnya.

Saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Isti yang masih nampak pucat meminta keadilan bagi dirinya, sebanyak 33 kali suntikan yang sudah masuk.

“Di sini saya minta keadilan karena saya anggap mereka lalai memberikan obat kedarluawarsa dan masuk ke dalam tubuh saya total suntikan sudah 33 kali saya gak tau sudah berapa obat kedarluawarsa yang masuk,”tuturnya.

Hingga saat ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita berjanji akan mencari kebenaran terkait pemberian obat kedarluwarsa oleh oknum puskesmas di Perumahan Villa Pertiwi. (Red/nyo)

2 Attachments