KPK Batal Periksa Eks Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti

Berita Hukum

KORANBOGOR.com, JAKARTA – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan penyidik KPK batal memeriksa mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti yang berstatus sebagai saksi, untuk tersangka pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia Sjamsul Nursalim.

Ketidakhadiran di KPK, dengan alasan Dorodjatun tengah menghadiri acara ditempat lain.

Pemeriksaan atas Dorodjatun terkait perkara dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

“Saksi mengirimkan surat tidak dapat hadir karena sedang mengikuti kegiatan lain hari ini dan meminta penjadwalan ulang. Penjadwalan ulang Kamis minggu ini,” jelas Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Tak hanya Dorodjatun yang mangkir untuk memenuhi panggilan KPK dan dijadwalkan ulang yakni Senior Advisor Nura Kapital Mohammad Syahrial, karena sedang berada di luar negeri.

“Penjadwalan ulang akan dilakukan minggu depan,” ucap Febri.

Pada perkara ini, penyidik KPK sudah memeriksa dua saksi lain untuk dikorek keterangannya yaitu pengacara pada AZP Legal Consultans Ary Zulfikar, dan Dirut PT Berau Coral Tbk., Raden C. Eko Santoso Budianto.

Keduanya dimintai keterangan penyidik KPK terkait mekanisme penyaluran BLBI dan mekanisme pengembalian aset.

“Serta hal-hal lain yang terkait proses pemenuhan kewajiban pemegang saham Bank Dagang Indonesia (BDNI) selaku Obligor Bantuan Likuiditas Bak Indonesia (BLBI) kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN),” kata Febri.

Pada perkara ini, KPK telah menetapkan Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi SKL BLBI. Atas kelakuannya, telah menimbulkan kerugian atas keuangan negara senilai Rp4,58 triliun berkenaan SKL BLBI.

Meski keduanya telah dipanggil KPK pekan lalu, namun kedua tak mangkir di Gedung KPK untuk diperiksa, dengan alasan yang tak jelas.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.