KPK Belum Tahan Tersangka Soetikno Soedarjo

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Tersangka kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia Soetikno Soedarjo masih bebas melenggang usai diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik KPK.

Padahal, pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) itu sudah dijerat sebagai tersangka sejak Januari 2017.
Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap Soetikno dilakukan penyidik KPK untuk mendalami penemuan baru dugaan aliran dana dalam perkara ini.

Temuan baru tim penyidik lembaga antirasuah yakni aliran dana lintas negara. “Jadi masih dalam proses penyidikan, KPK sendiri menemukan aliran dana baru lintas negara terkait perkara ini sehingga harus mendalami fakta baru tersebut, termasuk proses klarifikasi hari ini,” kata Febri di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

KPK sebelumnya menetapkan dua tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

Mereka adalah Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo yang merupakan Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA). Emirsyah Satar dalam kasus ini diduga menerima suap 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau senilai total Rp 20 miliar.

Tersangka juga diduga menerima barang senilai 2 juta dolar ‘alaihisssalam yang tersebar di Singapura, Australia, dan Indonesia, dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce, dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 di PT Garuda Indonesia.

KPK menduga, pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura. KPK melakukan klarifikasi terkait adanya temuan baru dugaan aliran dana dalam perkara ini.

Soetikno diduga bertindak sebagai perantara suap. KPK menduga suap tersebut terkait pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia pada periode 2005-2014. Uang dan aset yang diberikan kepada Emir diduga diberikan Rolls-Royce agar perusahaan asal Inggris tersebut menjadi penyedia mesin bagi maskapai penerbangan Garuda (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.