KPK Juga Sita Aset Eks Dirut Garuda,Emirsyah Satar

Hukum Nusantara

Bersamaan dengan penahanan Emirsyah Satar, KPK juga mengumumkan penyitaan aset-aset eks Dirut PT Garuda Indonesia tersebut. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, penyitaan dilakukan sebagai langkah pengembalian aset negara.

Dalam penyitaan ini, KPK bekerja sama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri, khususnya dengan CPIB Singapura dan SFO Inggris.

“KPK saat ini melakukan pelacakan aset seluruh uang suap beserta turunannya yang diduga telah diterima dan digunakan oleh tersangka ESA dan tersangka HDS, baik yang berada di Indonesia maupun di luar negeri,” ujar Laode di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/8).

Di Jakarta, KPK menyegel 1 unit rumah di Pondok Indah. Sementara itu otoritas penegak hukum di Singapura telah mengamankan 1 unit apartemen milik Emir serta memblokir beberapa rekening bank.

“KPK mengucapkan terima kasih kepada otoritas penegak hukum di Singapura dan Inggris atas seluruh bantuan yang telah diberikan, baik sejak awal dilakukannya penyidikan bersama maupun penyerahan alat bukti melalui jalur Mutual Legal Assistance,” kata Laode.

KPK juga mengucapkan terima kasih kepada central authoritiy MLA Kementerian Hukum dan HAM atas kerja samanya selama ini.

Dalam pengembangan kasus ini KPK menduga ada keterlibatan beberapa pabrikan asing yang perusahaan induknya ada di negara berbeda-beda. Untuk itu KPK membuka peluang kerja sama dengan otoritas penegak hukum dari negara-negara tersebut.

“KPK juga mengharapkan dukungan dan bantuan dari pemerintah, khususnya Kementerian BUMN, untuk perbaikan tata kelola BUMN dan Kementerian Luar Negeri untuk diplomasi dan kerja sama internasional dalam penyelesaian kasus-kasus multi yuridiksi,” Laode menandaskan . (red)