KPK: Politisi PAN,Sukiman Ditahan Kembali Setelah Diperiksa Sebagai Saksi

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kasus suap Dana Perimbangan APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua, terus dikembangkan penyidik KPK. Terbukti, lembaga antirasuah itu menahan anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN, Sukiman usai diperiksa sebagai saksi.

Wakil rakyat itu digelandang ke mobil tahanan. Namun politikus PAN itu tampak pasrah saja. Dia berharap kasusnya segera selesai. “Semoga semuanya cepat selesai,” kata tersangka Sukiman saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK Jakarta mengenakan rompi oranye dan diborgol.

Menurut Jubir KPK Febri Diansyah, tersangka Sukiman ditahan di Rutan Cabang KPK di C1. “Masa penahanannya untuk 20 hari pertama ke depan,” kata Febri di Jakarta, Jum’at (2/8/2019).

Politikus Sukiman ditetapkan sebagai tersangka bersama Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, Natan Pasomba. Keduanya menjadi tersangka usai KPK melakukan pengembangan kasus dugaan suap dana perimbangan keuangan yang telah menjerat eks anggota DPR Komisi XI Amin Santono dan mantan pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

KPK menduga Natan menjanjikan suap untuk politikus PAN itu senilai Rp 4,41 miliar. Suap Rp 4,41 miliar itu merupakan bagian fee sebesar 9 persen dari total dana perimbangan yang dialokasikan untuk Kabupaten Pegunungan Arfak senilai Rp 49,9 miliar di APBN-P 2017 dan Rp 79,9 miliar di APBN 2018. Namun dari janji Rp 4,41 miliar itu, Sukiman diduga baru menerima Rp 2,65 dan 22.000 dolar Singapura.

KPK menduga Natan telah menyuap politikus PAN itu terkait dengan pengurusan Dana Perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

Suap total senilai Rp 4,41 miliar diberikan Natan kepada Sukiman untuk mempermudah proses pengurusan terkait pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 pada Kabupaten pegunungan Arfak.

Dari total nilai suap senilai Rp 4,41 miliar itu, setidaknya ada sekitar 9 persen commitment fee yang dijanjikan Natan kepada Sukiman terkait dipermudahnya pengurusan dana perimbangan Kabupaten Pegunungan Arfak.

Dari commitment fee senilai 9 persen tersebut, ada uang senilai Rp 2,65 dan 22.000 dolar Singapura yang diberikan Natan kepada Sukiman. (red)