KPK Telisik Dugaan Keterlibatan Politisi PKS Nasir Djamil Di Kasus Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf

0
135
Irwandi Yusuf

KORANBOGOR.com,jAKARTA-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengalisis dan mendalami kesesuaian bukti dugaan aliran dana ke anggota DPR-RI Nasir Djamil dalam kasus Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Jika keterangan terdakwa Irwandi Yusuf didukung fakta dan alat bukti yang menguatkan maka KPK akan menjerat Nasir Djamil.

“Karena ini masih fakta persidangan, maka sama seperti kasus-kasus yang lain, JPU KPK tentu akan menganalisis terlebih dahulu baru kemudian melakukan tindakan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (30/3/2019), menanggapi fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan kasus Irwandi Yusuf.

Dugaan aliran dana disebutkan masuk kepada Nasir Djamil saat pengusaha asal Aceh, Dedi Mulyadi, memberikan kesaksian atas terdakwa Irwandi Yusuf. Untuk itu, KPK akan mendalami dugaan aliran dana kepada politisi PKS yang dikenal bersih itu.

Terdakwa Irwandi Yusuf didakwa menerima suap Rp1,05 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Suap tersebut diberikan melalui staf dan orang kepercayaan Irwandi, yakni Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri agar Irwandi mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh memberikan persetujuan terkait usulan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Ahmadi mengusulkan kontraktor yang akan mengerjakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Bener Meriah.

Terkait perbuatannya itu, Irwandi Yusuf telah dituntut 10 tahun penjara oleh JPU KPK Ali Fikri. Selain itu, Irwandi diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Tidak itu saja, JPU KPK juga meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman tambahan bagi Irwandi Yusuf berupa pencabutan hak politik.

JPU KPK juga menyampaikan tuntutan terhadap Hendri Yuzal, dan T Saiful Bahri. Untuk Hendri Yuzal dituntut hukuman penjara selama 5 tahun dikurangi masa tahanan dan denda sebesar Rp 250 juta, subsidier selama 6 bulan tahanan dan perintah supaya terdakwa tetap ditahan. Kemudian untuk terdakwa T Saiful Bahri, JPU juga menutut hukuman penjara selama 6 tahun, dikurangi masa tahanan dan denda sebesar Rp 500 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan.

Terdakwa Irwandi Yusuf, terdakwa T Saiful Bahri, dan Hendri Yuzal menolak tuntutan jaksa tersebut. Oleh karenanya, mereka meminta majelis hakim agar mengagendakan persidangan Senin (1/4/2019) memperdengarkan pembelaan mereka yang diyakini sesuai yang terjadi sesungguhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here