KPK Telisik Tupoksi Dirut Petral Terkait Kasus Suap Mafia Migas

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggali tupoksi serta peran mantan Managing Director PT Pertamina Energi Services (PES) sekaligus mantan Direktur Utama PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), ‎Bambang Irianto (BTO) dalam kasus dugaan suap terkait perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Energy Services (PES).

Hal tersebut terungkap setelah penyidik memeriksa Bambang Irianto pada hari ini. Bambang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Energy Services (PES).

“Masih belum (ditanya soal aliran dana suap), masih tupoksi. Didalami tupoksi saya saja sebagai VP dan Managing Director semua,” ujar Bambang di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Bambang mengakui, pemeriksaan hari ini merupakan yang perdana. Ia berjanji akan koperatif mengikuti seluruh proses hukum di KPK.

“Saya percaya lembaga ini akan memproses untuk kasus saya yang lain secara fair dan adil untuk seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT. Pertamina (Persero).

Dalam perkara ini, Bambang melalui perusahaan SIAM Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island diduga menerima suap sekitar USD2,9 juta dari Kernel Oil Ltd selama periode 2010-2013. Suap ini diberikan lantaran membantu Kernel Oil dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang kepada PES.

Atas perbuatannya, Bambang Irianto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Red)