KPK Terus Bekerja Mengusut Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kampus IPDN

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Penyidik KPK masih terus bekerja keras mengusut kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan kampus IPDN.

Meski sudah ada tersangka (Dudy Jocom), penyidik lembaga antirasuah itu dalam pengembangan penyidikan masih berpeluang untuk menetapkan tersangka baru.

Tergantung hasil pengembangan penyidikan itu sendiri, termasuk fakta-fakta persidangan setelah kasus tersangka terdahulu telah digelar di Pengadilan Tipikor.

Untuk maksud tersebut, penyidik KPK memanggil dua pensiunan pegawai PT Adhi Karya yaitu Amrin Hidayat dan Didi Kustiadi sebagai saksi untuk tersangka Dudy Jocom.

“Mereka dipanggil sebagai saksi untuk tersangka DJ (Dudy Jocom),” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Tidak itu saja, seorang PNS Pemkot Cirebon, Syahri Dewanto, juga dipanggil KPK terkait kasus sama. Dia juga diperiksa sebagai saksi untuk Dudy. Dudy Jocom yang merupakan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kemendagri.

Penyidik KPK menetapkan tiga orang tersangka. Pertama, Dudy Jocom tersangka dugaan korupsi proyek gedung IPDN di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Utara (Sulut).

Juga Kepala Divisi Gedung PT Waskita Karya, Adi Wibowo, sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung kampus IPDN di Sulsel. Berikutnya Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya, Dono Purwoko, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek gedung kampus IPDN di Sulut.

KPK menduga ada kesepakatan pembagian pekerjaan antara PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya yang dilakukan sebelum lelang. Dudy diduga meminta fee sebesar tujuh persen atas pembagian pekerjaan ini. Dudy kemudian meminta pembuatan berita acara serah terima pekerjaan 100 persen pada 2011 agar dana bisa dicairkan.

Padahal, pekerjaan itu belum selesai. Pada kedua proyek itu, negara mengalami kerugian total sekurangnya Rp 21 miliar yang dihitung dari kekurangan volume pekerjaan pada dua proyek tersebut. Proyek pembangunan kampus IPDN Sulawesi Selatan Rp 11,18 miliar dan Sulawesi Utara Rp 9,3 miliar.

Dudy juga menjadi tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung Kampus IPDN di Sumbar dan Riau. Dalam kasus itu, dia telah divonis bersalah di kasus korupsi pembangunan Gedung Kampus IPDN Sumbar dan dihukum 4 tahun penjara serta denda Rp 100 juta subsider 1 bulan kurungan. Dengan begitu dia kemungkinan akan menghabiskan waktunya di dalam bui dalam waktu cukup lama.

Setelah usai menjalani hukuman pada kasus terdahulu, dia kemudian akan menjalani hukuman lagi terkait perkara berikutnya yang saat ini dalam tahap penyidikan. (Red)