Marak Promo Produk Via Medsos, Masyarakat Diminta Waspada

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA, — Kejahatan di dunia maya dalam bentuk promosi produk masih kerap terjadi. Sehingga masyarakat diminta lebih waspada dan tidak mudah tergiur saat ada tawaran untuk membeli barang secara online.

Beberapa perusahaan sering mengadu jika nama perusahaannya telah dicatut demi kelancaran aksi sang penipu. Seperti yang dialami perusahaan peralatan rumah tangga Sanken.

“Ada beberapa calon konsumen yang melaporkan telah menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan perusahaan kami,” kata Teddy Tjan, Direktur Pemasaran PT Istana Argo Kencana (Sanken) seperti dicukil dari Poskota, Selasa 28.7/20.

Modus penipuan yang digunakan masih cara yang sama, dengan menawarkan sejumlah produk dengan harga sangat miring. Penipu kemudian mencantumkan website dengan memakai kata Sanken untuk mengelabuhi calon korban. Penipu pun meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang pembelian ke nomor rekening seseorang.

Untungnya, kata Teddy, sejumlah korban belum melakukan transaksi pembayaran, tetapi tak sedikit yang sudah telanjur membayar.

Merespon banyak aksi penipuan belakang ini yang menggunakan media daring tersebut, Pengamat Media Sosial, Dr. Rulli Nasrullah, menjelaskan, dalam dunia digital yang menjadi masalah adalah kita tidak mengetahui siapa sosok di balik aksi penjualan itu. Hal ini kemudian sangat rentan terjadinya kasus penipuan.

Oleh karenanya, ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap kejahatan dunia maya, seperti penipuan (fraud) transaksi online saat berbelanja online. Masyarakat sebaiknya tidak mudah tergiur dengan iming-iming harga murah yang terkadang tidak masuk akal.

Dengan demikian, untuk menghindari kasus penipuan melalui transaksi online, Rulli menghimbau agar masyarakat membeli melalui market place yang memang sudah terdaftar resmi seperti Tokopedia, Shopee, Blibli.com dan sebagainya.

“Pastikan ada tanda atau mark yang menyatakan toko online tersebut, stars, rising stars, atau penjual rekomendasi. Perhatikan pula komentar-komentar pembeli apakah mendapatkan review bagus,” kata dia.

Rulli juga berharap masyarakat bisa memastikan uang yang telah di transfer memiliki perlindungan untuk dikembalikan, tercatat beberapa marketplace sudah memiliki rekening bersama.

Yang mana uang yang telah ditransfer masuk ke dalam rekening market place yang bersangkutan, bukan ke penjual. Sehingga ketika penjual tidak dapat mengirimkan barangnya, tidak bisa dikontak, otomatis uang bisa segera dikembalikan.

Teddy Tjan, mengaku modus penipuan baru dengan membawa nama Sanken itu sudah merusak citra baik perusahaannya. Lantaran perusahaannya selama ini selalu menjaga citra baik dan tidak ingin merugikan konsumen setianya.***

Foto : ilustrasi Net