Masyarakat Dimintai Dana Rp. 500.000 untuk PTSL, Padahal Biayanya Hanya Rp. 150.000

0
472

KORANBOGOR.com,BOGOR-Program Pendaftaran Tanah Sistematik Tanah (PTSL) di Kota Bogor menuai protes dari masyarakat.

Sebelumnya, diberitakan oleh lenterapublik.com pada Kamis kemarin (15/3/18), adanya pungutan PTSL sebesar Rp. 500.000 kepada warga Kampung Cilubang, RT 01 / RW 05, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, kini hal serupa kembali terulang.

Hal serupa rupanya dialami warga RT 02 / RW 06 di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.

“Untuk PTSL disini per pendaftaran, diminta sebesar Rp. 500.000 oleh RT. Baik yang naik AJB jadi setifikat ataupun yang girik menjadi sertifikat,” ungkap warga setempat yang enggan disebut identitasnya kepada koranbogor.com, Minggu (18/3/18).

Terkait besaran biaya, warga mengaku kecewa dengan kenyataan di lapangan. Pasalnya sesuai Peraturan Walikota Bogor No. 64 tahun 2017 tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap disebutkan pada pasal 3,biaya yang dibebankan kepada masyarakat untuk PTSL sebesar Rp. 150.000,dimana biaya tersebut diperuntukan untuk kegiatan penyiapan dokumen, kegiatan pengadaan patok dan meterai hingga kegiatan operasional petugas kelurahan.

Warga juga menjelaskan bahwa permintaan uang sebesar Rp. 500.000 tersebut tidak dilakukan melalui proses musyawarah. “Kami tidak diajak musyawarah, tiba-tiba dari pihak RT datang dan meminta sejumlah uang sebesar tadi,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah maupun aparat penegak hukum turun tangan menyikapi masalah tersebut. “Yah tentu harus jelas, kan sudah ada aturannya.

Siapa yang seharusnya memungut uang? Lalu uang sisa Rp. 350.000 kemana? Seharusnya dari aparat penegak hukum turun tangan mengawal dan mengawasi. Jangan sampai ini dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan melanggar hukum,” tutupnya. (jr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here