MENANAMKAN NILAI-NILAI ISLAM PADA ANAK SD MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Hukum Pendidikan

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Di zaman globalisasi yang penuh dengan tantangan ini, nampaknya pendidikan semakin berat dengan adanya tuntutan masyarakat modern yang semakin kompleks.

Dampaknya pendidik harus mengikuti laju perkembangan zaman yang semakin kreatif dan dinamis, namun tetap mempertahankan nilai-nilai Islami. Penanaman nilai-nilai Islami melalui pendidikan sangat diperlukan pada masa kanak-kanak.

Melihat fenomena kehidupan masyarakat saat ini, kebanyakan orang tua telah mengenalkan anak-anak terhadap kehidupan yang tidak sesuai dengan dunianya.

Gaya hidup yang serba mewah membuat kesederhanaan seakan hilang. Games, gadget, mall, dan televisi, merupakan konsumsi keseharian anak. Hal itu menimbulkan sikap manja, egois, lemah, bahkan tidak menghormati orang tua.

Pentingnya penanaman nilai- nilai agama sejak masa kanak-kanak agar tercipta manusia yang berakhlak mulia.

Pendidikan agama Islam diberikan kepada anak melalui pengenalan-pengenalan terlebih dahulu mengenai ciptaan Allah tentang alam dan seisinya.

Kemudian dikenalkan ibadah terutama sholat, wudhu, membaca doa sehari-hari. Juga diajarkan pembiasaan-pembiasaan yang bernuansa Islami agar terbentuk akhlak karimah.

Untuk menanamkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam sangat beraneka ragam, disesuaikan dengan perkembangan anak.

Adapun pokok-pokok pendidikan yang harus diberikan kepada anak yaitu ajaran Islam yang secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu: akidah, ibadah, dan akhlak. 

  1. Pendidikan Akidah 

Pada kehidupan anak, dasar-dasar akidah harus terus-menerus ditanamkan pada diri anak agar setiap perkembangan dan pertumbuhannya senantiasa dilandasi oleh akidah yang benar.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara membiasakan anak mengucapkan kata-kata yang mengagungkan Allah, tasbih, istigfar, sholawat dan doa-doa pendek. Anak dilatih mengulang kata-kata pendek tersebut seperti asma Allah, tasbih, tahmid, basmalah. 

  1. Pendidikan Ibadah 

Pendidikan ibadah hendaknya dikenalkan sedini mungkin dalam diri anak agar tumbuh menjadi insan yang benar-benar takwa, yakni insan yang taat melaksanakan segala perintah agama dan taat pula dalam menjauhi segala larangan-Nya. 

  1. Pendidikan Akhlak 

Dalam rangka menyelamatkan dan memperkokoh akidah Islamiah anak, pendidikan anak harus dilengkapi dengan pendidikan akhlak yang memadai.

Maka dalam rangka mendidik akhlak kepada anak-anak, selain harus diberikan keteladanan yang tepat, juga harus ditunjukkan bagaimana harus menghormati dan seterusnya.

Misalnya membiasakan anak makan bersama, sebelum makan cuci tangan dahulu, tidak boleh makan sebelum membaca doa.

Anak juga dibiasakan untuk berbagi makanan kepada temannya yang tidak membawa makanan. Dengan kebiasaan tersebut, diharapkan anak terbiasa dengan adab makan tersebut.

Jadi, menanamkan nilai-nilai islam pada anak SD melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan sejak dini (masa kanak-kanak) dalam diri peserta didik sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

(Red/ Widya Gustama dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )