Menanamkan Pendidikan Karakter Dengan Kreasi Belajar

Hukum Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan karakter adalah sebuah rencana yang dirancang dan dijalankan secara sistematis kepada peserta didik supaya dapat memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, perkataan, perasaan, sikap dan perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat.

Pendidikan karakter dinilai sangat penting untuk ditanamkan kepada peserta didik.

Terutama pada peserta didik disekolah dasar, dimana kita ketahui bahwa pendidikan sekolah dasar diselenggarakan untuk memberikan bekal dasar yang diperlukan untuk jenjang pendidikan selanjutnya dan juga diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat.

Jika sedari dini sudah ditanamkan pendidikan karakter dengan baik maka kedepannya tidak akan terjadi perilaku penyimpangan seperti perkelahian.

Kreasi merupakan hasil daya cipta atau hasil daya khayal. Sedangkan belajar merupakan sebuah proses perubahan pada diri manusia baik perubahan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti kecakapan, penegtahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir dan kemampuan. 

Pembelajaran diluar kelas merupakan salah satu kreasi belajar yang tepat diterapkan untuk pembelajaran peserta didik sekolah dasar karena proses pembelajaran peserta didik harus bener-benar menyenangkan sehingga peserta didik betah untuk belajar.

Hal ini dapat menjadi salah satu upaya menghilangkan  kejenuhan dan kebosanan dalam belajar. Namun dalam pelaksanaan pembelajaran diluar kelas juga membutuhkan keterampilan guru dan juga harus direncanakan dengan sangat baik, kalau tidak direncanakan dengan baik justru yang terjadi adalah keributan yang tak terkendali dan menyebabkan proses pembelajaran tidak efektif serta tidak kondusif.

Belajar diluar kelas dapat menanamkan berbagai nilai pendidikan karakter kepada peserta didik. Melalui kerja kelompok, dapat mengajarkan peserta didik untuk bisa saling menghargai pendapat sesama, dapat mengatasi konflik, bahkan menanamkan rasa displin pada setiap peserta didik. 

(Red/Triska MarthiasariNim: 2018015009Asal : Yogyakarta,Status : Mahasiswi PGSD di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta  )