Muhammad Lukman Edy Menjabat Wakil Komisaris Utama Hutama Karya

Bogor Now Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institut, Muhammad Lukman Edy dipercaya menjabat wakil komisaris utama merangkap komisaris independen PT Hutama Karya.

Sementara Dewan Komisaris lainnya yaitu Budiman (Komisaris Utama), Achmad Gani Ghazali A (Komisaris), Susdiyarto (Komisaris), Chairiah (Komisaris), Musyafak (Komisaris Independen), dan Wahyu Muryadi (Komisaris Independen).

Lukman boleh dibilang baru di dunia Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya. Meski begitu, ternyata Lukman dibesarkan di dunia kekaryaan, sebelum masuk ranah politik.

Pria jebolan teknik sipil Universitas Brawijaya ini pernah lama malang melintang di dunia konstruksi. Tercatat, Lukman pernah menjadi ketua Gapensi Riau, ketua Kadin, ketua Akaindo, dan ketua LPJK.

Lukman membenarkan mengenai kiprahnya di dunia konstruksi itu. “Iya cukup lama saya menggeluti bidang itu (kekaryaan) sebelum terjun ke politik,” ungkap Lukman, Sabtu (6/6/2020).

Pria kelahiran Riau ini memang lebih dikenal sebagai politisi. Di ranah eksekutif, Lukman pernah menjabat menteri pembangunan daerah tertinggal pada 2006-2009.

Mantan sekretaris jenderal Partai Kebangkitan Bangsa tersebut, tercatat dua kali menjadi legislator yakni periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Lukman pun sempat menjabat anggota DPRD Riau periode 2004-2009. Selama berkiprah di DPR, Lukman pernah menjabat wakil ketua Komisi II DPR.

Lukmanjuga pernah menjadi ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilu yang menggawangi lahirnya Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu.

Saat Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, Lukman ditunjuk sebagai direktur saksi di Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Selama aktif di TKN, pria yang dikenal dengan panggilan LE ini aktif menjadi juru bicara mewakili TKN.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN merombak jajaran direksi Hutama Karya. Pada jajaran direksi, ditunjuk Budi Harto sebagai direktur utama Hutama Karya. Budi Harto menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Bintang Perbowo. Sebelum dilukir ke Hutama Karya, Budi Harto menjabat sebagai direktur utama PT Adhi Karya Tbk (ADHI) sejak 8 April 2016.

Formasi direksi Hutama Karya yaitu Budi Harto (Direktur Utama), Aloysius Kiik Ro (Wakil Direktur Utama), Suroto (Direktur), Ferry Febrianto (Direktur), Novias Nurendra (Direktur), Mohammad Erry Sugiharto (Direktur), dan Hilda Savitri (Direktur).

Di lingkungan BUMN karya Budi Harto memang bukan orang yang asing. Budi Harto sudah malang melintang berkarier di sana. Pria kelahiran Boyolali, 11 September 1959 ini, memulai kariernya di BUMN Karya sejak 1984. Beberapa posisi penting pernah diembannya, yakni Presiden Komisaris PT WIKA Gedung (2009-2010), Komisaris Utama PT WIKA Intrade (2008-2009).

Seolah lengkap sudah perjalanan Budi Harto di BUMN karya. Setelah mengabdi di Wijaya Karya (WIKA), kemudian pindah ke Adhi Karya (ADHI), dan kini ia berhijrah ke Hutama Karya (HK). (Red)