Pemprov Jabar Resmi Ajukan Permohonan PSBB Untuk Bandung Raya

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Pengajuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kawasan Bandung Raya resmi dilayangkan Pemprov Jabar ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, Kamis (16/4).

Kawasan Bandung Raya sendiri meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang. “Per hari ini, surat pengajuan PSBB Bandung Raya sudah dikirimkan kepada Menteri Kesehatan,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Bandung.

Penerapan PSBB itu, tegas RK, sudah diperhitungkan matang termasuk program jaring pengaman sosial yang komprehensif. Program tersebut segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan sehingga dampak sosial dan ekonomi akibat PSBB bisa tertangani.

Merujuk pengalaman PSBB Bodebek, pihaknya memperkirakan persetujuan dari pusat tersebut turun pada akhir pekan ini. Sesuai dengan kesiapan pihaknya, termasuk sosialisasi, kebijakan itu dijadwalkan diberlakukan mulai Rabu (22/4) mendatang.

“Bila surat persetujuan tersebut keluar pada hari Sabtu, para kepala daerah se-Bandung Raya sudah sepakat PSBB Bandung Raya dimulai di hari Rabu 22 April 2020,” kata mantan Walikota Bandung tersebut.

Skenario pola pemberlakuan pun sudah disiapkan. Di antaranya hari pertama PSBB langsung dilakukan penutupan jalan-jalan oleh polisi. Tindakan pun sudah disiapkan seperti melalui surat tilang di samping pendirian pos-pos penjagaan sudah.

Khusus program jaring pengaman sosial, Pemprov Jabar
akan menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan pangan non tunai senilai Rp 500 ribu per KK. Hal itu merupakan upaya Pemda Provinsi Jabar untuk melebarkan rentang persentase kelompok rawan miskin atau miskin baru akibat pandemi ini.

“Saya kira memberikan bantuan itu butuh waktu ya tidak bisa sehari selesai semua jadi nanti ada penerima yang rutin menerimanya awal bulan ada yang dihari kelima, kelima belas,” kata Ridwan Kamil.

Dia mengingatkan kunci keberhasilan peneran PSBB di kawasan Bandung Raya adalah sikap disiplin warga. Pihaknya pun mengiringinya dengan langkah menggelar rapid diagnostic tes secara massif dan konsisten.

“Jadi kuncinya Jabar memperbanyak PSBB sambil melakukan tes masif yang bisa memetakan dan memblokade virus dengan cepat.

Tapi kalau kita masih berkerumun pandemi masih akan panjang maka saya mengimbau taati aturan PSBB, jaga jarak dan tidak mudik,” pungkasnya.(Red)