PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI PENENTU MASA DEPAN

Hukum Kampus Kita Pendidikan

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Sistem pendidikan di Indonesia saat ini menggunakan sistem pendidikan Kurikulum 2013.

Tujuan  dari kurikulum 2013 adalah mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berperan pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dalam peradaban dunia.

Upaya mencapai tujuan tersebut perlu disiapkan dengan membentuk generasi muda yang berkarakter sejak usia dini, dengan menekannkan pendidikan karakter sebagai unsur pendidikan yang utama akan membantu menyiapkan manusia yang berkarakter untuk membangun Indonesia menjadi lebih balik. 

   Menanamkan pendidikan karakter disekolah dapat dilakukukan dengan program Penguatan Pendidikan Karakter (PKK). Penguatan Pendidikan Karakter (PKK) adalah program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikiran, olah raga dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antar sekolah, keluarga, dan masyarakat. Banyak karakter yang harus ditanamkan kepada siswa, kurang lebih ada 18 karakter. Kemendibud kewajibakan setidaknya ada 5 karakter dasar yang perlu ditanamkan pada anak sejak dini. 

  1. Karakter religius, karakter ini sebgaai langkah awal menumbuhkan sifat, sikap, dan perilaku keberagamaan pada perkembangan yang dilewati. Masa anak-anak adalah masa terbaik untuk menanamkan nilai religius. 
  2. Karakter nasionalis, atau sering disebut dengan rasa cinta terhadap tanah air. Nasionalis berupa cara berpikir, bertindak, berwawasan dalam menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi maupun kelompok.

  1. Karakter integritas, merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasari pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dlam perkataan, perbuatan, dan pekerjaannya serta memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai kemanusiaan dan moral.
  2. Karakter mandiri, merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung dnegan kemampuan orang lain, akan tetapi percaya akan kemammpuan yang dimilikinya sendiri baik tenaga, pikiran, waktu.
  3. Karakter gorong royong, membantu mneyelesaikan persoalan bersama dengan berdiskusi. Memberi bantuan atau pertolomgan kepada orang lain yang membutuhkan tanpa melihat latar belakangnya. 

  Program Penguatan Pendidikan Karakter (PKK) adalah sebagai fondasi dalam membentuk karakter siswa sejak usia dini untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi dirinya sendiri dan bagi bangsanya untuk mencapai tujuan dan ikut serta dalam membangun bangsa. 

(Red/ Arinda Cahya Wulandari , UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOGYAKARTA. )