Pengamat : Ketua PWI Diminta Seret Kasat Pol PP ke Polisi

Hukum

KORANBOGOR.com,PESISiR BARAT. Pengamat Mass Media mendesak Ketua PWI Pesisir Barat untuk segera menyeret dan proses secara hukum  Kasat Pol-PP setempat.

Pasalya, Kasat Pol PP tersebut melarang terhadap sejumlah wartawan yang hendak meliput acara kenegaraan mendengarkan pidato presiden Republik Indonesia dalam rapat Paripurna DPRD Pesisir Barat yang digelar jumat (16/8)
 

“Ketua PWI diminta segera melaporkan kejadian ke Polisi, untuk di proses secara hukum. Apalagi Oknum Kasat Pol PP tersebut, nampaknya buta aturan dan hukum. Seret saja tak peduli” ,kata pengamat mass media saat di hubungi wartawan H Deden Jumat 16/8)

Peliputan dalam rangka memperingati HUT RI ke-74 yang diselenggarakan DPRD Pesisir Barat, patut di publikasikan untuk di ketahui masyarakat. ” Sangat disesalkan sikap arogan Syaikhul Anwar, kepala Pol PP  yang membatasi jurnalis melakukan kegiatan,” kata H Deden.

“Wartawan tidak boleh masuk, ini acara kenegaraan,kalau mau meliput silakan diluar,”ucap Syaikhul Anwar dihadapan wartawan dan para undangan di depan Gedung Darma Wanita.

Ucapan Syaikhul Anwar tentunya mendapat reaksi beragam dari para kuli tinta.Ada yang pergi dan ada pula yang tetap  melakukan tugas. 
Pelaporan ke polisi karena sesuai diamanatkan Undang Undang No 40 tahun 1999, tentang pers. ” Itu jelas jelas pidana dan tak perlu ditakuti.

Karena mencederai kebebasan pers. Itu sendiri”, tandas H Deden.
Dikatakan, setelah dilapor ke polisi dilaporkan juga ke Bupati Pesisir Barat.

” Kasian, kasat Pol Pp itu tak mengerti aturan dan Bupati Pesisir Barat salah pilih. Masih ada orang tepat mengisi jabatan Sat Pol PP”, tutur H Deden (red)