Pengamat : Langkah Megawati Soekarnoputri Patut Diapresiasi

Hukum Nusantara

,KORANBOGOR.comJAKARTA-Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menilai langkah hukum yang ditempuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah tepat.

Ia juga mengapresiasi tindakan yang diambil Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“PDIP tentu akan mengambil sikap dan harus diapresiasi, Megawati selaku ketua umum dengan cepat mengeluarkan edaran kepada kader-kadernya untuk menggunakan jalur hukum.

Jika PDIP bersikap demikian tentu wajar karena lambang organisasi resmi partai yang mereka dirikan dan perjuangkan dibakar,” ucap Stanislaus saat dihubungi Tagar, Sabtu, 27 Juni 2020.

Langkah hukum dari PDIP adalah solusi terbaik karena jika tidak justru para pendukung akan bertindak tanpa arah.

Stanislaus mengatakan, tindakan pembakaran bendera partai berlambang moncong putih itu akan berdampak cukup besar.

Jika tidak segera ditangani, kata dia, maka para pendukung PDIP akan bersikap tak terkontrol.

“Jika tidak ditangani dengan cepat maka bisa menjadi konflik antara kubu PA 212 dengan PDIP.

Langkah hukum dari PDIP adalah solusi terbaik karena jika tidak justru para pendukung akan bertindak tanpa arah,” kata Stanislaus.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyatakan tidak terima atas tuduhan yang dilontarkan FPI Cs kepada partai besutan Megawati Soekarnoputri itu sebagai partai komunis.

Oleh sebab itu ia menyebut fitnah akan berbuntut panjang dan dapat membuat retak persatuan bangsa.

“Sebagai partai politik yang sah dan mendapatkan mandat rakyat terbesar dalam dua kali pemilu 2014 dan 2019, merasa kecewa dan diperlakukan dengan tidak adil, serta tidak berperikemanusiaan atas insiden pembakaran bendera partai,” kata Ahmad Basarah melalui pernyataan tertulis yang diterima Tagar, Jumat, 26 Juni 2020.

Basarah mengaku kecewa terhadap pihak-pihak yang menuduh partainya sebagai partai komunis gaya baru. Terlebih, insiden pembakaran bendera PDIP, menurut dia, merupakan tindakan yang tidak terpuji.

“Berbagai fitnah kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri serta menuduh PDI Perjuangan sebagai partai komunis,” katanya lagi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat perintah harian kepada kadernya di seluruh Indonesia, pascadugaan pembakaran bendera PDIP itu oleh sekelompok massa penolak RUU HIP yang berdemonstrasi di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

“Ya benar, ibu ketua umum (Megawati) mengeluarkan surat perintah harian,” kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020.

Surat yang ditandatangani Megawati itu berisikan agar kader PDIP di seluruh Indonesia untuk siap siaga namun tetap mengedepankan proses hukum terhadap kasus pembakaran bendera partai.

Teranyar, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menilai kondisi saat ini sudah siaga I bagi aliansi nasional anti komunis (Anak NKRI) pascakejadian pembakaran bendera PDI Perjuangan saat aksi demonstrasi penolakan RUU HIP di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, 24 Juni 2020.

Munarman mengimbau kepada seluruh komponen Anak NKRI termasuk pemuda, pemudi, dan seluruh laskar yang bernaung di setiap organisasi kemasyarakatan jangan pernah gentar dan ragu.

“Kumandangkan jihad qital apabila serangan dilakukan oleh kaum komunis Trisila dan Ekasila.

Sosialisasikan terus ciri komunis Trisila dan Ekasila ke seluruh pelosok daerah agar segenap rakyat Indonesia tahu dan waspada.

Jangan pernah gentar dan ragu,” kata Munarman kepada Tagar, Jumat, 26 Juni 2020. (Red)