PENGARUH PENGGUNAAN TELEPON GENGGAM TERHADAP PERILAKU SISWA SD

Hukum

KORANBOGOR.com,,YOGYAKARTAKomunikasi telah dilakukan sejak zaman dulu. Awalnya komunikasi ini dilakukan dengan cara bertatap muka secara langsung seiring perkembangan zaman, manusia pun berkembang ke berbagai wilayah didunia.

Dengan demikian komunikasi menjadi sulit dilakukan, khususnya orang yang tinggalnya berjauhan oleh karna itu manusia mencari cara berkomunikasi yang lebih efektif.

Seiring berjalannya waktu munculah teknologi berupa telepon genggam.

Dahulunya telepon genggam hanya digunakan untuk mengirim pesan dan menelepon, sedangkan ditahun 2019 ini telah dilengkapi dengan fitur-fitur yang lebih canggih untuk memenuhi kebutuhan manusia. 

Telepon genggam tidak hanya digunakan orang dewasa tetapi juga digunakan di kalangan anak Sekolah Dasar (SD). Telepon banyak digunakan siswa-siswi untuk mengakses video pembelajaran maupun mengakses media-media yang lain.

Pada zaman sekarang sering kita lihat anak-anak usia SD sudah mahir menggunakan telepon genggam bahkan sebagian orang tua merasa bangga bahwa anaknya sudah menggunakan telepon gengam generasi terbaru. Selain memudahkan komunikasi, menambah pengetahuan tetntang perkembangan teknologi dapat pula memperluas jaringan persahabatan.

Akan tetapai dengan canggihnya fitur-fitur telepon genggam seperti kamera, permainan (games), dan media sosial akan menggangu siswa dalam aktifitas pembelajaran.

Tidak jarang mereka disibukan dengan permainan yang ada pada telepon genggam. Selain itu jika penggunaan telepon genggam tidak dibatasi maka siswa –siswi SD dapat mengakses dengan mudah konten pornografi dan kekerasan sedangkan seusia mereka belum mampu memilah dan memilih konten mana yang seharusnya ditiru dan tidak.

Ketika siswa mengakses konten-konten negatif tersebut secara terus-menerus sangat dimungkinkan terjadinya perubahan perilaku terhadap siswa.

Sebagai contoh, pada saat siswa SD menjelang usia pubertas maka HP menjadi sarana komunikasi dengan lawan jenis yang sangat mungkin menimbulkan dampak buruk.

Penggunaan telepon genggam di masa ini dapat membentuk sifat hidonisme pada siswa.

Ketika keluar telepon genggam dengan fitur yang lebh canggih mereka meminta kepada orang tua padahal sebenarnya belum memahami fungsi fitur-fitur pada telepon genggam tersebut. sifat hidonis ini akan berujung pada timbulnya pemborosa dan menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang tidak sehat dimana keluarga yang tidak mampu dengan berbagai cara harus memenuhi keinginan siswa keadaan tersebut akan menimbulkan kecemburuan sosial antara siswa yang dapat berujung pada perundungan atau bullying dan pengucilan terhadap siswa lain.

Jika terjadi terus menerus hal ini akan berdampak kepada kepribadian siswa.

Dampak negatif lain yang timbul akibat penggunaan telepon genggam pada anak usia SD yaitu kurang disiplinya siswa akibat ketergantungan terhadap penggunaan telepon genggam.

Siswa menjadi cenderung malas belajar dan menyukai cara-cara yang instan dalam menyelesaikan masalah seperti mencari jawaban soal dengan cara browsing.

Selain itu penggunaan telepon genggam berhasil mengalihkan perhatian perhatian siswa dan menurunkan konsentrasi siswa. 

Penggunaan telepon genggam dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap perilaku siswa sekolahdasar untuk mengurangi timbulnya dampak negatif terhadap siswa maka penggunaan telepon genggam harus dibatasi dan terus dipantau dalam hal ini peran guru dan orang tua sangat menentukan. Pembatasan yang dapat dilakukan misalnya dengan mengurangi jam penggunaan telepon genggam.

Orang tua harus rutin melakukan pengecekan telepon genggam yang diakses oleh anaknya sehingga siswa tidak mengakses konten-konten yang berdampak negatif..

Red/Nama penulis : Fikhri Noor Rohman(Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa )